Ekonomi Kreatif Mampu Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Daerah

Harijal - Senin, 29 November 2021 09:39 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/11/3dfe89112021_ekonomikreatifmampumendorongper.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi: pelaku ekonomi kreatif di Pekanbaru Riau (Foto: Heru Maindikali).

PEKANBARU - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Decymus menyampaikan bahwa ekonomi kreatif (ekraf) itu mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai sumber penghasilan baru, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah.

Namun ia mengungkapkan, walaupun ekraf mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, akan tetapi dari sisi sumbangan untuk pertumbuhan ekonomi, sektor ekonomi kreatif ini masih sangat kecil. 

"Ekraf ini sangat unik. Karena mampu bertahan dan tumbuh positif selama pandemi COVID-19 dan menjadi salah satu sektor membantu mendorong pemulihan ekonomi," katanya, dalam acara Indonesia Creative Cities Conference di Hotel Pangeran Pekanbaru, Sabtu (27/11/21).

Decymus menuturkan, kalau dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi ekonomi kreatif itu tahun 2017 masih sebesar Rp984 triliun, kemudian tahun 2020 mencapai Rp1.274 triliun atau tumbuh 29% dengan rentang waktu 3 tahun, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 7%.

Ia menambahkan, akselerasi ekonomi kreatif itu ditandai oleh tiga sektor, yaitu fashion, kuliner dan kriya. Jelasnya, ketiga sektor ekraf ini menyumbang hampir 100% atau sekitar 96% dari total industri kreatif. Salah satu faktor kuncinya adalah keanekaragaman sumber daya alam dan nusantara.

"Tidak hanya Indonesia, Riau juga mendapatkan manfaat dari ekonomi kreatif dalam menciptakan inklusi ekonomi," tuturnya.

Kepala BI Riau ini mengungkapkan, ekonomi kreatif memiliki sifat dengan tingkat keluwesan terhadap kondisi perekonomian secara umum. Selain itu, juga ekonomi kreatif juga memiliki sifat yang unik yang bisa diciptakan, dilakukan oleh pelaku usaha, unit usaha yang skala paling kecil sekalipun bahkan individu.

"Kedua sifat ini menjadi pendorong kita untuk mendorong inklusi ekonomi atau pemerataan pendapatan. Tentu pelaku ekraf perlu kita dorong agar semakin berkembang," ucap Decymus. (MCR)

Berita Terkait

Ekbis

10 Nama Calon Pimpinan Baznas Riau Diserahkan ke Gubernur

Ekbis

Operasi Patuh LK 2026 Dimulai, Ini Sasaran Polresta Pekanbaru

Ekbis

Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026

Ekbis

Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau

Ekbis

Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya

Ekbis

Dolfie Rompas Minta Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Klarifikasi Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura