Miliki Nilai Ekonomi, Pengusaha Muda Mulai Lirik Pelepah dan Lidi Sawit

Harijal - Kamis, 25 Maret 2021 18:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/03/59fbdc032021_untitled10.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa

PEKANBARU - Jaringan Pengusaha Nasional (JapNas) yang mayoritas terdiri pengusaha muda mulai melirik potensi pelepah hingga lidi sawit menjadi industri baru. Pengusaha manargetkan kedua produk itu punya nilai jual.

Ketua Umum Pengurus Wilayah JapNas Riau, Arif Eka Saputra mengatakan selama ini pelepah dan lidi masih terbiarkan begitu saja. Padahal saat ini Riau memiliki kebun kelapa sawit terluas di Indonesia mencapai 4,02 juta hektar. 

"Di daerah lain lidi kelapa sawit sudah punya nilai ekonomi dan bahkan diekspor ke luar negeri. Lantas kulit pelepah kelapa juga sudah punya nilai ekonomi. Kenapa yang semacam ini di Riau tidak bisa kita jadikan bernilai ekonomi," kata Arif usai pelantikan pengurus PW JapNas di Pekanbaru, Kamis (25/3).

Sementara, Ketua Harian JapNas Riau, Victor Yonathan merinci, jika 3 juta hektar saja dari luasan sudah berproduksi dengan umur di atas 8 tahun. Maka potensi pelepah tiap 6 bulan telah bisa dimanfaatkan industri mencapai 1,1 miliar batang pelepah. 

"Anggaplah setiap enam bulan dari satu batang kelapa sawit itu dibuang 3 pelepah dan satu batang pelepah itu menghasilkan 1 kilogram lidi. Maka lidi yang bisa dimanfaatkan sudah 1 juta ton lebih," kata Viktor.

Saat ini kata Viktor, memang sudah ada yang memanfaatkan lidi sawit memiliki nilai. Salah satunya lidi kelapa sawit di daerah itu yang melimpah telah diekspor ke Pakistan.

"Di Indragiri Hulu sudah ada mengusahakan ini. Dari dua perusahaan saja pengepul ini bisa mendapatkan 17 ton lidi. Harga beli Rp 2 ribu perkilogram, dikirim ke Pakistan," katanya.

Sementara untuk kulit pelepah sawit, bisa dijadikan bahan meubel. Hanya saja butuh waktu untuk pengeringan, pembersihan agar memunculkan tekstur yang bagus. 

"Sebenarnya, pohon kelapa sawit sangat bisa untuk jadi meubel. Tetapi kita fokus dulu ke yang dua bahan ini," ujarnya.

Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution optimis JapNas dapat menjawab semua tuntutan modern. Termasuk menyiapkan sumber daya manusia untuk berinovasi.

"Japnas sebagai salah satu organisasi tempat berhimpunnya pengusaha, tentu harus dapat merespon dengan baik tuntutan dan tantangan yang muncul di era global saat ini. Salah satu yang perlu dilakukan oleh pengusaha dalam menjawab tuntutan ini, adalah dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional, memiliki kemampuan inovasi dan daya saing, pengusaha nasional sebagai garda ekonomi nasional," kata Edy Natar.(MCR)

Berita Terkait

Ekbis

Dapat Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden, Kapolda Riau Disambut Antusias Personel dan Ratusan Masyarakat

Ekbis

Menjaga Harapan dari Hamparan Jagung, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Kawal Ketahanan Pangan

Ekbis

Empat Murid UPT SDN 024 Tarai Bangun Wakili Kampar Pada O2N Tingkat Provinsi Riau 2026

Ekbis

Bupati Afni Masuk Potret Ekspedisi 22 Sosok Reset Indonesia

Ekbis

Polda Riau Raih Penghargaan Tertinggi Nugraha Sakanti dari Presiden

Ekbis

Kasus Kematian Perempuan di Kandis Diusut Intensif, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan