Pabrik Sepatu RI Obral Harga Ekspor, Nike cs Dijual Rp148.000

Harijal - Selasa, 18 Agustus 2020 20:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/08/232f63082020_untitled32.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: REUTERS/Ann Wang

JAKARTA - Produsen sepatu di dalam negeri yang berbasis ekspor mulai memutar otak untuk bertahan di tengah persaingan ketat dan dampak pandemi covid-19. Order sepatu sport dari merek-merek papan atas seperti Nike, Adidas, Cs di Indonesia sudah berakhir Mei 2020 lalu.

Selanjutnya untuk mendapatkan peluang kontrak di September-Oktober, pabrikan mensiasati dengan 'memangkas' harga penawaran ke para prinsipal atau brand kenamaan. Indonesia dikenal sebagai produsen sejumlah brand sepatu kenamaan dunia seperti Adidas, Nike, Mizuno, New Balance dan lainnya.

"Mungkin, ini masih prediksi. Harga-harga sepatu untuk diekspor di bawah US$ 10," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri, kepada CNBC Indonesia, Selasa (18/8). Namun, Firman tak menjelaskan berapa harga sebelumnya, harga dari pabrik ke para prinsipal. Artinya bila dirupiahkan harga sepasang sepatu bermerek dari harga pabrik sekitar Rp 148 ribu (kurs Rp14.800/dolar AS).

Ia bilang sejumlah biaya produksi perlu disesuaikan, termasuk upah para pekerja dengan mencari lokasi yang upah tenaga kerjanya masih murah. Para produsen sepatu bakal lebih banyak beroperasi di Jawa Tengah, dari sebelumnya di Banten dan Jawa Barat.

Firman mengatakan untuk mengantisipasi soal keterampilan tenaga kerja maka caranya dengan meminimalisir dengan penyesuaian desain yang tidak terlalu sulit dikerjakan. 

"Kemungkinan desain retro yang kesulitannya nggak terlalu tinggi, itu bisa dipersiapkan oleh tenaga kerja baru," jelasnya.

Mengenai kisaran harga sepatu saat ini yang dijual ke brand seperti Adidas dan Nike bervariatif, Firman tidak menjelaskan secara rinci. Namun harga jual ritel ke end user yang sangat mahal bisa dimaklumi mengingat biaya promosi yang tidak kecil.

"Dulu kan brand-brand global sangat ekspansif dengan promosi. Bayar para atlet, kita belum bisa tau setelah pandemi seperti apa. Dulu kan harga ritel kita di Eropa, Amerika bisa sangat besar sekali," jelasnya.

(CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

Rusak Hutan Mangrove, Penghulu Teluk Piyai Jadi Tersangka

Ekbis

Prabowo Hadir di Riau, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau kecewa

Ekbis

Kualitas Udara di Pekanbaru Tak Sehat, Kurangi Aktivitas Luar Rumah, Gunakan Masker

Ekbis

447 Hotspot Terpantau, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Riau

Ekbis

Tumbangkan Juara Bertahan, Alam Cahyo Juara Pacu Jalur 2026

Ekbis

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan