Survei: Pandemi Corona Gerus Pendapatan Masyarakat

Harijal - Kamis, 13 Agustus 2020 23:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/08/aefbd1082020_untitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Survei PwC mengungkapkan pandemi Covid-19 telah mengakibatkan 65 persen masyarakat Indonesia mengaku pendapatannya berkurang.

JAKARTA - Survei Price Waterhouse Cooper (PwC) mengungkapkan pandemi Covid-19 telah menekan pendapatan rumah tangga masyarakat Indonesia. Tercatat, sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia mengaku pendapatannya berkurang akibat pandemi Covid-19.

Retail and Consumer Leader PwC Peter Hohtoulas mengatakan 31 persen responden mengaku masih memiliki pendapatan stabil. Sedangkan, hanya 4 persen dari responden yang mengaku pendapatannya bertambah selama pandemi berlangsung.

Menariknya, persentase masyarakat yang terdampak negatif finansialnya akibat pandemi di Indonesia lebih besar dibandingkan rata-rata global.

"Kami mencatat 65 persen konsumen Indonesia dan 45 persen secara global mengalami penurunan pendapatan rumah tangga," ujarnya, Kamis (13/8).

PwC pun menemukan sejumlah penyebab penurunan pendapatan rumah tangga Indonesia. Meliputi, penurunan pendapatan akibat kehilangan pekerjaan dan jam kerja berkurang sebanyak 63 persen.

Jika dibandingkan persentase global, kasus yang dialami masyarakat Indonesia lebih tinggi. Secara global, masyarakat dengan pengalaman serupa hanya sekitar 40 persen.

Selain itu, sejumlah pelaku usaha juga mengakui pendapatan berkurang karena event, liburan, maupun aktivitas lain yang terpaksa dibatalkan karena pandemi, mencapai 21 persen. Untuk kasus serupa secara global mencapai 23 persen.

Menariknya, sebanyak 63 persen masyarakat yang disurvei mengaku pengeluaran rumah tangga justru bertambah. Misalnya, untuk makanan dan listrik. Kondisi serupa juga terjadi secara global, meskipun persentasenya lebih kecil yakni 41 persen.

Namun, 21 persen masyarakat mengakui pengeluaran untuk acara sosial berkurang. Secara global, 49 persen responden mengakui mereka mengalami kondisi serupa.  

"Dampak Covid-19 mengubah rencana seseorang, rantai pasok, dan arus kas sangat sulit. Apalagi di negara yang sangat terdampak covid-19," katanya.

Optimisme KonsumsiSurvei PwC menemukan optimisme konsumsi pada masyarakat Indonesia usai pandemi. Sebanyak 64 persen responden mengaku akan melakukan konsumsi lebih jika Covid-19 berakhir.

Jumlah ini lebih besar dibandingkan hasil survei secara global yakni hanya 33 persen konsumen mengaku akan konsumsi lebih banyak.

"Menurut data, kebanyakan datang dari milenial dan generasi X. Jadi kaum muda di Indonesia, yang tentunya Indonesia punya populasi penduduk muda yang relatif banyak, menumbuhkan keyakinan jumlah pembelian barang dan layanan tetap besar (usai Covid-19)," katanya.

Sementara itu, 19 persen responden Indonesia mengaku akan melakukan konsumsi dalam jumlah yang sama. Sedangkan 17 persen dari mereka mengaku akan mengurangi konsumsi.

Secara global, 32 persen responden Indonesia mengaku akan melakukan konsumsi dalam jumlah yang sama. Sedangkan, 36 persen dari mereka mengaku akan mengurangi konsumsi.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

Siswa UPT SMP Negeri 4 Siak Hulu Sabet Dua Medali di Ajang OSN Tingkat Nasional

Ekbis

TNI Kerahkan Satgas Khusus Percepat Penanganan Karhutla di Riau

Ekbis

Jarak Pandang 2,2-2,7 Kilometer, Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal

Ekbis

Percepat Penanganan Karhutla, Hari Ini TNI Turunkan Satgas Khusus ke Riau

Ekbis

Siswa PAUD, SD dan SMP di Pekanbaru Belajar dari Rumah, Wako: Keselamatan dan Kesehatan Anak Pertimbangan Utama

Ekbis

Akibat Asap Karhutla Siswa Pekanbaru Belajar Daring, MBG Tetap Jalan