Potensi Pertanian Salak Pondoh di Dayun Siak Kurang Perhatian Pemerintah

Harijal - Rabu, 02 November 2016 09:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/11/aebe5c112016_potensipertanian.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ilustrasi
Salak Pondoh

DAYUN, kabarmelayu.com - Pertanian Salak Pondoh yang terdapat di Desa Bandar Seminai kecamatan Dayun Kabupaten Siak merupakan ikon tingkat kabupaten, namun kini seperti kekayaan yang terbuang. Mengapa demikian?

Karena pertanian Salak Pondoh potensi yang dapat menghasilkan dan membantu perekonomian masyarakat namun semacam terabaikan. Hal ini direnakan kurangnya perhatian pemerintah Kabupaten Siak sehingga salak pondoh ini tidak terawat dengan baik dan alhasil tidak menghasilkan bagi daerah setempat.

"Perhatian dan perawatan itu penting pada objek pertanian salak pondoh yang berpotensi, untuk dapat menghasilkan buah yang maksimal serta ekonomi masyarakat Desa Bandar Seminai meningkat dan juga dapat memberikan nama tersendiri bagi Kabupaten Siak," kata Kepala Desa Bandar Seminai Siti Aminah saat ditemui wartawan di kediamanya, Selasa (1/11/2016).

Dikatakan Siti Aminah, memang sangat perlu perhatian pemerintah serta kerja sama masyarakat daerah sehingga tempat yang menjadi objek pertanian salak pondoh yang ada di Desa Bandar Seminai menjadi sumber pendapatan.

"Dulu Desa Bandar Seminai dikenal dengan khas pertanian terbaik salak pondoh-nya, namun sekarang tanpa disadari masyarakat Desa Bandar Seminai telah satu-satu mengurangi pertanian salak pondoh karena kurangnya perawatan dan minimnya perhatian pemerintah, sehinggah masyarakat kembali fokus ke perkebunan sawitnya demi menyelamatkan ekonomi masyarakat Desa Bandar Seminai," sebutnya.

Kemajuan suatu daerah, lanjut Siti Aminah, akan terhambat bila daerah tersebut tidak memiliki potensi yang bisa diandalkan, namun ketika daerah ada yang diandalkan dan tidak diperhatikan pemerintah, sama saja akan menghambat kemajuan yang diinginkan.

"Seperti objek pertanian salak pondoh secara kasat mata pertanian ini sama sekali tidak terurus, sangat disayangkan bila objek pertanian salak pondoh ini tidak dikelola dengan baik, karena sangat merugikan sekali," paparnya.

Kepada pemerintah daerah, Siti berharap agar dapat kembali memperhatikan potensi pertanian salak pondoh yang ada di Desa Bandar Seminai.

"Agar dapat kembali meningkatkan produksi pertanian salak pondoh yang selama ini menjadi ikon Kabupaten Siak dan meningkatkan perekonomian masyarakatnya," pungkasnya.

 

(datariau.com)

Berita Terkait

Ekbis

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Ekbis

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Ekbis

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Ekbis

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Ekbis

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Ekbis

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru