Chevron Cabut dari Mega Proyek IDD Rp 70 T di RI

Harijal - Rabu, 05 Agustus 2020 19:46 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/08/e2d03d082020_untitled10.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Doc. Chevron
Foto: Unit Produksi Terapung (Floating Production Unit/FPU) proyek IDD, Kalimantan, Indonesia.

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membenarkan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) akan cabut dari proyek Indonesia Deep Water Development (IDD) alias ultra laut dalam di Kalimantan Timur senilai US$ 5 miliar atau sedikitnya Rp 70 triliun.

"IDD sudah jelas lah, Chevron kan satu paket dengan Rokan. Kira-kira gitu jawabannya. Kalau dia sudah ini artinya dia bareng Rokan," kata Plt. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial di Kantor Kementerian ESDM, Rabu, (05/08/2020).

Seperti diketahui Blok Minyak Raksasa Rokan bakal diambilalih oleh PT Pertamina (Persero) pada Agustus 2021 dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Artinya dengan berakhirnya kontrak di Blok Rokan, Chevron juga bakal cabut dari proyek IDD.

Ego menyebut Chevron menawarkan proyek ini ke kontraktor migas raksasa asal Italia yakni Eni S.p.A. "Ya nggak tahu pokoknya mereka saling menawarkan diri, yang saya tahu chevron tawarkan diri kita tunggu saja. Loh Chevron menawarkan diri," katanya.

Jika Chevron cabut dari Indonesia artinya tidak ada lagi proyek yang dijalankan di Indonesia. Menanggapi hal ini Ego mengatakan, adanya kemungkinan kapan-kapan untuk Chevron masuk lagi ke Indonesia.

"Nggak tahu nanti di tengah-tengah bisa masuk lagi," paparnya singkat.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengungkapkan sampai saat ini SKK Migas masih menunggu laporan dari Chevron.

"Kita sudah mendesak beberapa kali," ujar Dwi dalam paparan kinerja industri migas semester I-2020, Jumat (17/7/2020).

Ia menyebut ada beberapa pihak yang sudah menyampaikan ketertarikannya pada proyek IDD ini. Namun semua menunggu tindak lanjut resmi dari Chevron.

Dwi menyadari pandemi Covid-19 telah mengakibatkan hambatan terhadap investasi migas, termasuk proyek IDD. Namun demikian, situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

"Saya sampaikan mohon maaf belum bisa update, sesegera mungkin kami sampaikan. Kami terus mendesak ke Chevron melaporkan status proyek ini," kata Dwi.

(CNBCINdonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

Siswa UPT SMP Negeri 4 Siak Hulu Sabet Dua Medali di Ajang OSN Tingkat Nasional

Ekbis

TNI Kerahkan Satgas Khusus Percepat Penanganan Karhutla di Riau

Ekbis

Jarak Pandang 2,2-2,7 Kilometer, Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal

Ekbis

Percepat Penanganan Karhutla, Hari Ini TNI Turunkan Satgas Khusus ke Riau

Ekbis

Siswa PAUD, SD dan SMP di Pekanbaru Belajar dari Rumah, Wako: Keselamatan dan Kesehatan Anak Pertimbangan Utama

Ekbis

Akibat Asap Karhutla Siswa Pekanbaru Belajar Daring, MBG Tetap Jalan