Pemerintah Guyur Rp 2,5 T untuk Sawit, Buat Apa?

Harijal - Selasa, 16 Juni 2020 18:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/06/529172062020_untitled19.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: REUTERS/Bazuki Muhammad

JAKARTA - Pemerintah berencana untuk melanjutkan program peremajaan sawit rakyat (PSR) atau replanting. Anggaran Rp 2,5 triliun sudah dikucurkan oleh pemerintah.Menko Airlangga Hartarto mengatakan, sampai dengan Desember 2019, penyaluran dana PSR sebesar Rp 2,47 triliun dengan luas lahan 98.935 hektare.

"Perkebunan yang kita lakukan replanting sawit, karena saat ini momentum yang tepat untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan sawit rakyat dan menyelesaikan masalah legalitas lahan," jelas Airlangga dalam diskusi virtual, Selasa (16/6/2020).

Replanting sawit, kata Airlangga menjadi penting untuk mendorong pemenuhan energi Indonesia lewat B30 atau B40 atau Green Refinery.

Program B30 akan dituntaskan sampai akhir tahun 2020 dan 2021, dan pada program B40 destilasi diharapkan berjalan pada tahun 2022. Sementara pengembangan Green Refinery (D100 atau green diesel) bisa didorong bisa dilakukan pada 2026.

Paket pemulihan ekonomi disalurkan untuk kegiatan PSR melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dan pungutan ekspor CPO yang naikkan dari US$ 50 per ton menjadi US$ 55 per ton pada 2020.

"Dengan demikian program mandatori B30 dapat dituntaskan sampai Desember 2020. Mulai tahun depan, atau 2021, akan diperkenalkan green certificate atas penggunaan B30/B40 destilasi, yang dananya bersumber dari pengalihan subsidi BBM/solar," jelas Airlangga.

Percepatan pelaksanaan PSR dilakukan BPDPKS, Kementerian Pertanian dan semua instansi yang terkait, dengan didukung aplikasi PSR online yang diterapkan sejak Juni 2019 lalu.

Data BPDPKS mencatat, selama periode 2016-2019 terdapat 106.150 hektare lahan sawit rakyat atau sekitar 4,3% dari target PSR yang sudah diremajakan (replanting). Jumlah pekebun yang terlibat pada program ini sebanyak 43.174 kepala keluarga (KK).

Dari bahan paparan Airlangga, tercatat program PSR pada tahun 2019 telah direalisasikan di 21 provinsi dan 106 kabupaten yang tersebar di Indonesia. Lima provinsi di Indonesia dengan realisasi program PSR tertinggi adalah Provinsi Sumatera Selatan 23.850 hektare dengan penyaluran dana Rp 596,2 miliar.

Disusul Riau 14.740 ha dengan anggaran Rp367,05 miliar, Aceh 9.368 ha dengan anggaran Rp234,13 miliar, Jambi 8.236 hektare dengan anggaran Rp 205,9 miliar, dan Kalimantan Tengah 7.590 hektare dengan anggaran Rp189,76 miliar.

Pemerintah menargetkan Peremajaan Sawit Rakyat ditargetkan akan terealisasi hingga 540 ribu ha dalam tiga tahun ke depan. Dengan rincian peremajaan bisa mencapai 180 ribu ha pada 2020, 180 ribu hektare pada 2021, dan 180 ribu hektare pada 2022.

(CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Ekbis

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Ekbis

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Ekbis

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Ekbis

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Ekbis

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru