Bank Dunia Ramal Ekonomi Global Resesi, Terburuk Sejak PD II

Harijal - Selasa, 09 Juni 2020 09:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/06/cb7fd8062020_untitled11.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

JAKARTA - Ekonomi global diramal Bank Dunia (World Bank) resesi di 2020 ini. Kegiatan ekonomi internasional akan menyusut 5,2% tahun ini atau merupakan resesi terdalam sejak Perang Dunia II.

Hal ini terungkap dalam laporan Global Economic Prospects baru dari Bank Dunia, Senin (8/6/2020). "(Resesi) menjadi yang terdalam di negara maju sejak PD II dan kontraksi output pertama di negara berkembang dalam enam dekade terakhir," tegas Direktur Prospek Grup Bank Dunia, Ayhan Kose, dikutip Selasa (9/6/2020).

Aktivitas ekonomi negara maju disebut akan berkontraksi 7% pada tahun 2020. Karena permintaan dan pasokan perdagangan serta keuangan dalam negeri terganggu.

Ekonomi AS misalnya, diprediksi -6,1% sementara kawasan Eropa -9,1%. Sedangkan ekonomi Jepang akan menyusut 6,1%.

Pasar dan ekonomi berkembang (EMDE's) diperkirakan akan berkontraksi 2,5% di 2020. Ini merupakan kontraksi pertama sejak 60 tahun terakhir di mana pendapatan per kapita diperkirakan turun 3,6%.

Ekonomi Amerika Latin susut 7,2%. Sedangkan Asia Timur dan Pasifik turun 0,5%. Meski demikian pertumbuhan China tetap terjadi sebesar 1%.

"Krisis panjang ... dan menimbulkan tantangan global yang besar," kata Wakil Presiden Bak Dunia untuk Pertumbuhan, Keuangan dan Lembaga yang berkeadilan Ceyla Pazarbasioglu.

"Komunitas global harus bersatu untuk pemulihan kembali, mencegah lebih banyak orang jatuh ke dalam kemiskinan dan pengangguran."

Dalam laporannya Bank Dunia juga memperkirakan akan ada kemungkinan paling buruk, yakni kontraksi ekonomi global hingga 8% di 2020. Di 2021 ekonomi juga diprediksi akan sedikit membaik dan tumbuh 1%.

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan yang flat atau datar, di posisi 0%. Pertumbuhan negara ASEAN paling signifikan terjadi di Vietnam, yang meski melambat tetap tumbuh 2,8%.

Outlook terbaru Bank Dunia ini membuyarkan semua proyeksi awal tahun ini. Di mana ekonomi global diprediksi tumbuh 2,5% di 2020.

(CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

Prabowo Hadir di Riau, Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau kecewa

Ekbis

Kualitas Udara di Pekanbaru Tak Sehat, Kurangi Aktivitas Luar Rumah, Gunakan Masker

Ekbis

447 Hotspot Terpantau, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Riau

Ekbis

Tumbangkan Juara Bertahan, Alam Cahyo Juara Pacu Jalur 2026

Ekbis

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumatera Selatan

Ekbis

Kemnaker-JICA Perkuat Kualitas dan Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang