Soal Durian RI Pun Kalah Telak dengan Malaysia, Kok Bisa?

Harijal - Senin, 18 Mei 2020 15:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/05/49d71d052020_untitled7.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Foto: Melihat Petani Durian Borongan Khas Rumpin Bogor.

JAKARTA - Permintaan durian dari China mencapai miliaran buah per tahun. Sayangnya negara yang sukses memanfaatkan ini Thailand dan Malaysia, Indonesia masih kalah dengan kedua negara tersebut untuk menyerbu pasar durian China yang keranjingan durian.

Indonesia justru kebanjiran produl-produk dari China. Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku pernah mencoba melawan serbuan produk-produk Made in China itu dengan jurus khusus.

Sayangnya, Dahlan menyesali program yang dikerjakannya selama menjabat sebagai Menteri BUMN, kini tak dilanjutkan. Padahal, Dahlan punya keinginan membanjiri Tiongkok dengan produk buah-buahan tropis asal Indonesia.

"Itulah senjata ekspor kita yang Tiongkok tidak bisa melawan. Jadi kita diserbu barang-barang konsumsi dari Tiongkok, tetapi kita harus bisa menyerbu Tiongkok dengan buah tropis," kata Dahlan dalam sebuah diskusi virtual bersama LP3ES, Senin (18/5/20).

Saat menjadi menteri BUMN, dia mengaku sudah membuka beribu-ribu perkebunan buah tropis di Jawa Barat. Namun, dia mendengar, apa yang dikerjakan itu banyak yang rusak 3 tahun kemudian.

"Bahkan saya diberitahu investor yang mengambil-alih. Saya diberitahu, Pak Dahlan saya selamatkan kebun durian ini karena saya setuju dengan ide bahwa Indonesia harus unggul dalam produksi buah tropis," bebernya

Dahlan menegaskan, seharusnya buah tropis menjadi andalan Indonesia. Pasalnya, negara-negara maju yang umumnya memiliki 4 musim, nyaris tak ada yang bisa memproduksi buah tropis.

"Dan mereka pendapatannya tinggi-tinggi, berarti konsumsi buahnya sangat tinggi. Karena orang yang pendapatannya tinggi cenderung menjaga kesehatan lebih baik dan cenderung menganggap buah adalah salah satu bagian untuk menjaga kesehatan itu," katanya.

Maka, menurut Dahlan, inilah keunggulan Indonesia. Apalagi, lanjutnya, wilayah Indonesia membentang panjang dari barat sampai ke timur seluruhnya nerada di area tropis.

"Karena itu, waktu itu saya menyampaikan bahwa kita harus membuat perkebunan durian 5.000 hektare, perkebunan pisang 5.000 hektare," tandasnya. 

Sayangnya perkebunan durian itu banyak yang rusak meski sempat diselamatkan oleh investor.

Dahlan bilang bahwa Tiongkok mulai 'kecanduan' buah-buahan tropis. Dia menyebut, di Tiongkok sekarang orang mulai gila makan durian, sayangnya durian yang membanjiri Tiongkok bukan dari Indonesia.

"Tetapi memang durian yang terkenal dari Thailand dan sekarang dari Malaysia. Bermiliar-miliar durian diperlukan di sana meskipun yang berjasa menduriankan Tiongkok itu sebenarnya Thailand," tuturnya.

(CNBCINdonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

Operasi Patuh LK 2026 Dimulai, Ini Sasaran Polresta Pekanbaru

Ekbis

Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026

Ekbis

Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau

Ekbis

Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya

Ekbis

Dolfie Rompas Minta Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Klarifikasi Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura

Ekbis

Fraksi PKS DPRD Riau Dorong Pembahasan Perda LGBT Disegerakan