Syarat Kredit Mobil Makin Ribet, Bisnis Leasing Menjerit!

Harijal - Sabtu, 16 Mei 2020 16:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/05/40ebb3052020_untitled12.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: REUTERS/Rebecca Cook

JAKARTA - Pandemi corona tak hanya menghajar pabrik otomotif, tapi juga perusahaan pembiayaan yang kelimpungan akibat penjualan lesu selama beberapa bulan terakhir.

Lesunya penjualan semakin menjadi-jadi karena syarat untuk kredit mobil dan motor kini semakin ribet. Akibatnya, penjualan mobil anjlok habis di bulan lalu.

"Jadi ya penyebabnya beberapa perusahaan pembiayaan menyetop landing. Yang namanya memberi pinjaman diberi syarat dan diperketat karena takut berisiko macet bayarnya," ujar Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno kepada CNBC Indonesia, Sabtu (16/5/2020).

Suwandi mengatakan bahwa penjualan mobil kredit bulan lalu hanya 24.000 unit yang umumnya sekitar 80.000 unit. Hal tersebut membuat beberapa perusahaan pembiayaan menghentikan landing.

Dia menyebut uang muka kredit kini dinaikkan menjadi 30% bukan lagi 15 - 20 persen. Sebab para nasabah dengan uang muka kecil dikhawatirkan memiliki masalah pada pekerjaannya dan tak mampu bayar cicilan.

"Sekarang uang muka 30 persen kalau dulu 15-20 persen. Kenapa tinggi, ini diharapkan orang yang serius membeli mobil dan punya modal di depan cukup besar kalau DP kecil dikawatirkan nasabah masih bekerja  tahu-tahu kena masalah dan dirumahkan," papar dia.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut pandemi Covid-19 memukul industri otomotif. Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyebut target Indonesia ekspor 1 juta unit mobil pada 2025 kemungkinan sulit dicapai. 

Data terbaru Gaikindo mencatat, penjualan mobil pada April 2020 tercatat hanya 7.871 unit atau ambles 90,6% (year on year/yoy) dibandingkan April 2019 yang tercatat 84.056 unit.

Dibandingkan Maret 2020, penjualan juga drop sangat parah atau turun sebesar 89,7%. Pada Maret 2020 penjualan sempat masih tercatat 76.811 unit atau hanya turun 15% dibandingkan dengan Maret 2019 yang masih mencatatkan penjualan 90.368 unit.

Penjualan mobil Maret 2020 adalah sempat yang terendah selama 9 bulan terakhir. Ini karena pada Juni 2019 sempat penjualan hanya mencapai 59.600 unit, tapi itu karena ada libur lebaran 2019.

(CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

10 Nama Calon Pimpinan Baznas Riau Diserahkan ke Gubernur

Ekbis

Operasi Patuh LK 2026 Dimulai, Ini Sasaran Polresta Pekanbaru

Ekbis

Tingkatkan Kesadaran Lalu Lintas, Polda Riau Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026

Ekbis

Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau

Ekbis

Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya

Ekbis

Dolfie Rompas Minta Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Klarifikasi Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura