Survei: Ekonomi Warga Cuma Bisa Tahan Dua Bulan Lawan Corona

Harijal - Selasa, 12 Mei 2020 05:44 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/05/77b2fc052020_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Andry Novelino).
Survei Center for Social Political Economic and Law Studies mencatat mayoritas masyarakat kondisi ekonominya hanya mampu bertahan kurang dari dua bulan selama wabah virus corona. Ilustrasi.

JAKARTA - Lembaga Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS) merilis hasil survei terkait kemampuan ekonomi masyarakat selama bertahan di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Dalam rilisnya, survei CESPELS menunjukkan, mayoritas masyarakat atau 69,4 persen responden mengaku kondisi ekonominya hanya mampu bertahan tak kurang dari 2 bulan ke depan.

"Ini artinya kemampuan ekonomi masyarakat secara umum hanya sampai pada Juli 2020, setelah itu mereka tidak memiliki tabungan lagi," ujar Tim Peneliti CESPELS Ubedilah Badrun dalam konferensi pers online, Senin (11/5).

Ubedillah menjelaskan, mayoritas responden dalam survei yang dilakukan lembaganya merupakan masyarakat berpendidikan tinggi dengan tingkat ekonomi menengah ke atas.

Dengan demikian, hasil survei itu menunjukkan bahwa ada banyak masyarakat dengan kelompok ekonomi menengah yang akan jatuh ke kelompok masyarakat menengah ke bawah.

"Artinya apa, fenomena kelas menengah yang merasa tidak cukup uangnya sampai 2 bulan ke depan, ini dalam dua bulan ke depan akan terjadi pergeseran, penurunan kelas sosial," jelas Ubedillah.

Kendati demikian, Badrun menilai saat ini kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah justru lebih berpihak kelompok ekonomi masyarakat di bawah (lower class). Padahal, dalam dua bulan ke depan ada kelompok masyarakat menengah yang berpotensi anjlok.

Ia mengingatkan pemerintah agar kondisi itu juga bisa segera diantisipasi. Ia mengingatkan, pemerintah perlu membuat kebijakan antisipatif di sektor ekonomi, terutama terkait ekonomi masyarakat menengah yang berpotensi jatuh kurang dari dua bulan ke depan.

Survei CESPELS diambil dari 1.053 responden atau masyarakat di 20 provinsi di Indonesia selama kurun waktu 21 April hingga 3 Mei lalu. Survei menggunakan sampel teknik stratified random sampling dengan margin error' kurang lebih 3 persen.

Ubedillah menyatakan responden surveinya sebagian besar merupakan masyarakat dengan kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan yang representatif. Hal itu kata dia terlihat dari identitas responden yang terjaring, yakni 62 persen responden merupakan masyarakat berpendidikan tinggi.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

Menjaga Harapan dari Hamparan Jagung, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Kawal Ketahanan Pangan

Ekbis

Empat Murid UPT SDN 024 Tarai Bangun Wakili Kampar Pada O2N Tingkat Provinsi Riau 2026

Ekbis

Bupati Afni Masuk Potret Ekspedisi 22 Sosok Reset Indonesia

Ekbis

Polda Riau Raih Penghargaan Tertinggi Nugraha Sakanti dari Presiden

Ekbis

Kasus Kematian Perempuan di Kandis Diusut Intensif, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan

Ekbis

PPPK Pemprov Riau Kini Bebas Pemotongan Zakat Profesi