Siap-Siap! Hasil Survei, 50% Pengusaha Ragu Bayar THR Full

Harijal - Senin, 27 April 2020 18:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/04/67e294042020_untitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(detikFoto/Agung Pambudhy)
Foto: Pabrik Gula

JAKARTA - Kalangan pengusaha melakukan survei internal terutama dari sektor industri makanan dan minuman. Hasilnya cukup miris, separuh dari pengusaha masih ragu bisa memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) 100% kepada para pekerjanya.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi), Adhi S. Lukman saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi VI DPR RI secara virtual, Senin (27/04/20).

Adhi bilang ini karena kinerja industri makanan dan minuman juga ikut terdampak pandemi corona. Sektor ini awalnya di luar dugaan tak kena imbas corona, tapi kenyataannya juga kena dampak, dari bahan baku hingga masalah logistik dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selain itu, selama pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang pendapatannya mengalami penurunan bahkan kehilangan sama sekali. Hal ini tentu berpengaruh terhadap penurunan penjualan produk makanan dan minuman (mamin). Ia menyebutkan ada beberapa jenis produk yang mengalami peningkatan penjualan, namun kontribusi terhadap pertumbuhan sangat kecil.

"Meskipun turun tapi memang ada beberapa produk yang masih naik seperti susu, tepung-tepungan, minyak goreng, biskuit dan sebagainya. Pasar online juga meningkat untuk makanan dan minuman tapi pasar online ini masih sangat kecil sekali," paparnya.

Ia mengatakan untuk pasar online memang ada laporan meningkat seperti di beberapa marketplace seperti Tokopedia, Blibli, dan lain sebagainya, peningkatan naik antara 500% sampai 600%. Namun, basis perdagangan online itu masih sangat kecil hanya sekitar 1 sampai 2% porsinya.

Selain itu, berdasarkan survei yang dilakukan kepada para anggotanya, sekitar 71% pengusaha mengaku mengalami penurunan produksi hingga 40% secara umum. 

"Survei lainnya ternyata 50% menyatakan ragu dan tidak yakin dalam menangani upah karyawan dan THR secara utuh dan 46% menyatakan masih bisa tahan sampai di atas lima bulan, sisanya hanya tahan sekitar satu sampai lima bulan," jelas Adhi.

Adhi berharap beberapa hal bisa meningkatkan penguatan industri makanan dan minuman adalah terutama ketersediaan bahan baku dan produk penunjang, seperti gula hingga garam.

"Salah satu bahan baku misalnya kita terpaksa harus impor karena belum tersedia dalam negeri ini," katanya.

(CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

Menjaga Harapan dari Hamparan Jagung, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Kawal Ketahanan Pangan

Ekbis

Empat Murid UPT SDN 024 Tarai Bangun Wakili Kampar Pada O2N Tingkat Provinsi Riau 2026

Ekbis

Bupati Afni Masuk Potret Ekspedisi 22 Sosok Reset Indonesia

Ekbis

Polda Riau Raih Penghargaan Tertinggi Nugraha Sakanti dari Presiden

Ekbis

Kasus Kematian Perempuan di Kandis Diusut Intensif, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan

Ekbis

PPPK Pemprov Riau Kini Bebas Pemotongan Zakat Profesi