Bulog Punya 1,4 Juta Ton Beras, Bawang Menipis, Jagung Kosong

Harijal - Kamis, 09 April 2020 14:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/04/7b2e20042020_untitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Tumpukan karung beras di Gudang Beras Bulog.

JAKARTA - Dirut Perum Bulog Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas memastikan stok beras dan bahan pokok dalam menghadapi Bulan Ramadhan dan Idul Fitri masih akan mencukupi. Saat ini, Bulog sudah memiliki sejumlah stok yang berada di gudang di seluruh Indonesia.

Dari beras, data hingga 9 April atau hari ini, Buwas memastikan stok beras Perum Bulog mencapai 1.441.396 ton, yang didominasi dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1.390.000 ton serta beras komersial sebesar 53 ribu ton. Kemudian, bawang merah sebesar 0,27 ton, bawang putih sebanyak 0,5 ton serta telur ayam sebesar 20,28 ton. Sayangnya, stok jagung Bulog saat ini sedang kosong.

"Kemudian gula di Bulog sebesar 5.068,53 ton dan masih akan terus dilakukan pengadaan untuk mencukupi kebutuhan gula, daging kerbau sebesar 113,21 ton, minyak goreng sebanyak 781,15 kilo liter serta tepung terigu 614,64 ton," sebut Buwas dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (9/4).

Dari data tersebut, terlihat beberapa komoditas berada dalam stok yang kian menipis. Namun Buwas menyebut sejumlah stok itu masih dalam proses pengadaan. Hanya satu yang bisa dipastikan aman, yakni beras. Hal itu tidak lepas dari banyaknya stok sejak awal tahun.

Perum Bulog sudah memiliki 1.882.404 ton beras sejak awal Januari. Meski tidak ada pengadaan beras selama dua bulan Awal 2020, namun penyaluran ke pasar pun tidak terlalu sebanding besar, yakni sebanyak 649.937 ton. Dengan rincian bulan Januari sebesar 396.240 ton serta bulan Februari menurun 253.607 ton.

Pengadaan beras lokal baru ada pada bulan Maret dan dilanjutkan hingga hingga akhir tahun mendatang. "Musim panen 2020 berdasar data BPS, puncak panen tahun ini pada bulan April atau mundur satu bulan jika dibandingkan pada tahun 2019 dan 2018 lalu, yang terjadi pada bulan Maret," kata Buwas.

Dari data yang ada, pengadaan beras bulan Maret hanya sebesar 84.335 ton, sementara bulan April melonjak menjadi 221.802 ton, kemudian Mei di angka 206.795 ton serta Juni 147.869 ton.

(CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

Menjaga Harapan dari Hamparan Jagung, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Kawal Ketahanan Pangan

Ekbis

Empat Murid UPT SDN 024 Tarai Bangun Wakili Kampar Pada O2N Tingkat Provinsi Riau 2026

Ekbis

Bupati Afni Masuk Potret Ekspedisi 22 Sosok Reset Indonesia

Ekbis

Polda Riau Raih Penghargaan Tertinggi Nugraha Sakanti dari Presiden

Ekbis

Kasus Kematian Perempuan di Kandis Diusut Intensif, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan

Ekbis

PPPK Pemprov Riau Kini Bebas Pemotongan Zakat Profesi