Pertamina Belum Dapat Lampu Hijau Buat Masuk Blok Rokan

Harijal - Selasa, 17 Maret 2020 19:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/03/4378a5032020_untitled26.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: detikFinance/Muhammad Idris

JAKARTA - Transisi Blok Rokan antara PT Chevron Pacific Indonesia dengan PT Pertamina (Persero) tidak kunjung menemui titik temu. Kedua belah pihak masih alot dalam berdiskusi soal transisi ini. Padahal Blok Rokan merupakan salah satu tulang punggung lifting minyak RI. 

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan skema  business to business (B2B) untuk transisi masih menemui kesulitan. 

"Rokan awalnya merupakan bidding dari eksisting Chevron dan Pertamina yang kemudian tawaran Pertamina yang lebih menarik. Sehingga Pertamina ditunjuk sebagai kontraktor berikutnya. Maka saat transisi awalnya kita fokus ke B2B," ungkapnya, Selasa, (17/03/2020).

Lebih lanjut dirinya mengatakan ketika skema B2B ini tidak bisa berlanjut, pihaknya akan mencoba mencari opsi-opsi lain. Menurutnya diskusi untuk mencari alternatif permasalahan ini terus dilakukan, sehingga transisi bisa berjalan dengan tepat dan produksi bisa dijaga agar tetap optimal. 

"B2B masih menemui kesulitan," imbuhnya. 

Sampai saat ini Pertamina tidak kunjung mendapatkan lampu hijau untuk melakukan pengeboran. Kedua perusahaan migas ini belum sepakat untuk menjaga produksi di masa transisi. Padahal Pertamina sudah menyiapkan investasi untuk pengeboran. 

Demi menjaga produksi, kata Dwi, Chevron diberikan tawaran kepastian cost recovery secara cepat jika mau melakukan pengeboran tahun ini. "Ya, makanya ini kan masih dibahas secara cepatnya tuh nanti seperti apa, dan sebagainya, serta Chevron seperti apa. Iya nanti diskusi kedua belah pihak ini makanya diarahkan," jelasnya. 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif berharap kepada Chevron agar tetap menjaga produksi, sehingga tidak menurun. Arifin menyebut jika ada hal-hal yang belum disepakati, pihaknya meminta agar Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bisa merespon turunnya produksi.

"Kalau memang ada hal yang belum tersepakati kita minta KKKS sekarang ini harus bisa merespon kekurangan produksi dan itu ada Kepmennya untuk bisa menjaga produksi," jelasya. 

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika Chevron melakukan investasi di Blok Rokan untuk menjaga produksi, maka investasinya akan diganti. "Kan kita jamin, kita harapannya produksi nggak turun," imbuhnya.

(CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

Jarak Pandang 2,2-2,7 Kilometer, Penerbangan SSK II Pekanbaru Normal

Ekbis

Percepat Penanganan Karhutla, Hari Ini TNI Turunkan Satgas Khusus ke Riau

Ekbis

Siswa PAUD, SD dan SMP di Pekanbaru Belajar dari Rumah, Wako: Keselamatan dan Kesehatan Anak Pertimbangan Utama

Ekbis

Akibat Asap Karhutla Siswa Pekanbaru Belajar Daring, MBG Tetap Jalan

Ekbis

Akibat Asap Karhutla, Hari Ini Siswa Pekanbaru Laksanakan Pembelajaran dari Rumah

Ekbis

PT Oscar Investama dan Ketua Koperasi Diduga Bermain, Skema Bagi Hasil Diubah Sepihak