PEKANBARU, kabarmelayu.com - Perkumpulan masyarakat yang peduli dengan sejarah di Riau, Tapung Heritage, mempertanyakan beberapa situs bersejarah di wilayah Tapung yang diajukan menjadi cagar budaya beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, situs bersejarah yg diajukan ke BPCB Sumbar-Riau tersebut belum ada kejelasan.
Ketua Tapung Heritage, Afrizal, S. Ag, MM menyebutkan, pengajuan situs-situs bersejarah ini dilakukan beberapa tahun lalu. Namun disayangkan hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak terkait.
Bahkan, pihaknya juga sudah membicarakan masalah ini dengan DPRD Riau. "Belum terlihat adanya perhatian yang serius, begitu juga dengan Pemprov Riau, saat itu kita juga sudah berkunjung kr Dinas Kebudayaan," jelas Afrizal.
Pria yang akrab disapa Buya ini menilai kurangnya perhatian pihak-pihak terkait terhadap keberadaan situs-situs bersejarah di Riau, khususnya di wilayah Tapung kabupaten Kampar.
"Padahal ini untuk generasi Riau di masa mendatang, agar mereka tidak buta dengam sejarah, teelebih lagi ini berhubungan erat dengan kesejarahan Melayu di Riau," tegas Afrizal.
Dijelaskan, berdasarkan penelusuran timTapung Heritage ke beberapa lokasi, sedikitnya ada puluhan situs yang dinilai urgen untuk segera diselamatkan. Hal ini dikarenakan objek benda maupun bangunan yang sudah berusia ratusan tahun, hingga rentan terjadi kerusakan.
Kendati masih banyak objek yg bisa diselamatkan, namun banyak pula di antaranya sudah punah. "Seperti patung gajah sebanyak 7 buah di daerah desa Batu Gajah, kini sudah punah tak berjejak. Kita harapkan situs yang ada sekarang ini dapat terjaga. Untuk itu tentunya perlu perhatian serius dari pemerintah baik pusat maupun daerah, papar Afrizal. (Andi)