Ikatan Keluarga Sungai Tapung Taja Seminar Adat

Harijal - Selasa, 20 Februari 2018 09:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/02/5b0705022018_0000aimg20180220wa0001.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST)  kembali akan melakukan  kegiatan Seminar dan Raker (rapat kerja) pada Rabu (21/2) di Hotel Mona Pekanbaru  dengan Tema "Melalui Revitalisasi Adat dan Budaya Tapung kita songsong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Tapung".

Ketua umum IKST, Sapaat mengatakan Organisasi IKST sudah berdiri sejak tahun 1957 dipekanbaru, dan menjadi perekat bagi berbagai komponen masyarakat asal sungai tapung dimanapun mereka berada.

"Organisasi IKST sendiri sudah berdiri sejak 1957 di Pekanbaru sehingga diharapkan terus dapat menjadi perekat bagi berbagai komponen masyarakat asal sungai Tapung dimanapun berada", ujarnya.

Ia juga menambahkan "Kegiatan Seminar kali ini merupakan pembahasan lanjutan dari SMST II & Festival  Budaya di Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu pada September 2017", tambahnya.

Kegiatan seminar yang akan diadakan tersebut dibagi menjadi dua sesi. Yaitu, Sesi pertama pada pukul 09.00 Wib  membahas Merevitalisasi Adat dan Kebudayaan Masyarakat asal Wilayah Sungai Tapung, dimana sebagai Narasumbernya antara lain Prof Suwardi MS (sejarawan Riau), Dinas Kebudayaan Riau, LAK Kampar, Ketua Umum DPP LEMTARI, Dt. Suhaili dengan Prolog/Abstrak oleh Afrizal dari Tapung Heritage.

Pada sesi ini M. Rais Hasan selaku ketua panitia acara mengharapkan agar dapat menghasilkan Rangkuman yang nantinya bisa menjadi salah satu dasar dalam penulisan sejarah adat dan budaya tapung supaya lebih komprehensif."Diharapkan dari sesi ini dapat menghasilkan Rangkuman/prosiding seminar yang menjadi salah satu dasar untuk menulis Sejarah Adat dan Budaya Tapung lebih Komprehensive", ucap Rais yang didampingi sekretaris panitia, Anggi Dharma Antoni.

Dan sesi ke dua setelah isoma pada pukul 13.00 wib akan ada seminar pembangunan dengan pembicara Pakar Hukum Tata Negara DR. Maxsasai, Wakil Ketua DPRD Kampar H. Sahidin, Anggota Legislatif Kampar, Reni dan Ahmad Kosasih serta dari Tim Pemekaran Kecamatan Kuala Tapung dan Tapung Kanan. Dan Kegiatan akan diakhiri dengan Rapat Kerja Pengurus pada sore harinya.

Ditempat lain salah seorang tokoh tapung yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Riau, Dr. Edi Basri saat dihubungi melalui telpon mengatakan meskipun Tapung saat ini penduduknya sudah sangat heterogen, baik dalam suku ataupun agama, namun adat istiadat asli Tapung hendaklah dijunjung tinggi, baik bagi penduduk asli tapung ataupun bagi mereka yang datang dan menetap ditapung.

"Karna adat istiadat Tapung punya sejarahnya sendiri, maka adat istiadatnya harus kita Revitalisasi ditengah masyarakat Tapung tersebut, sehingga tidak hanyut dan terbawa arus globalisasi dan juga perkembangan yang ada di Tapung saat ini", ucapnya.

Ia juga menambahkan sebagaimana petuah Melayu, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, jadi adat istiadat asli Tapung serta budayanya hendaklah menjadi akar adat dan budaya bagi masyarakat yang berada ditapung.

Seminar ini juga mendapat sambutan baik dari Tokoh Adat  Masyarakat Sungai Tapung sekaligus merupakan Ketua Umum LEMTARI, Dt. Suhaili yang berdomisili di Jakarta.(Raf)

Berita Terkait

Budaya

Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur

Budaya

Bedah Status Hukum Etomidate Bersama Kepala BNNK Pekanbaru, Penandatanganan MoU, dan Deklarasi Mahasiswa

Budaya

Delapan Pendulang Emas Tewas di Korowai Yahukimo, Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi dan Kejar Pelaku

Budaya

Riau Bhayangkara Run 2026 Dihadiri Artis Ibu Kota, Ada Charly Van Houten hingga Ndarboy

Budaya

Kemnaker Kembali Raih Penghargaan Nasional Pengawasan Kearsipan dengan Kategori Sangat Memuaskan dan SJTN 2026

Budaya

Rutin, Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Tinjau Perkembangan Tanaman Jagung untuk Ketahanan Pangan