Bupati Bengkalis Buka Perhelatan Kenduri Melayu dan Upacara Atib Togak

Harijal - Jumat, 27 Oktober 2017 18:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/10/71ae13102017_0000000untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Diskominfo Bengkalis

PINGGIR, kabarmelayu.com - Bupati Bengkalis Amril Mukminin secara resmi membuka perhelatan kenduri melayu dan upacara atib togak atau disebut dengan dzikir berdiri, yang diselenggarakan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudayaan dan Olahraga (Disparbudpora), Kabupaten Bengkalis Kamis sore 26 Oktober 2017 di halaman Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Pinggir Desa Balai Pungut.

Peresmian kenduri melayu dan atib togak tersebut, ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin didampingi istri serta Plt Kadis Disbudparpora Bengkalis, Camat Pinggir, Kapolsek Pinggir dan Anggota DPRD Bengkalis. Perhelatan kenduri melayu dilakukan usai sholat magrib, sementara atib togak dilakukan usai sholat isya berjamaah.

"Dalam sambutan Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengatakan, Atas nama pemerintah Kabupaten Bengkalis, menyambut baik atas pelaksanaan kegiatan kenduri melayu dan budaya atib togak ini, sehingga dapat bersama–sama menjaga dan memelihara nilai–nilai budaya yang terkait dengan nilai etika, moral dan adab yang merupakan inti adat istiadat kebiasaan masyarakat sehingga dapat teraktualisasi dalam kehidupan.

"Amril menambahkan, Seperti diketahui bersama, pelaksanaan atib togak adalah salah satu seni budaya merangin yang lahir setelah masuknya agama islam pada abad ke-13 m. Budaya ini beradabtasi dan kemudian berakulturasi antara budaya islam dengan budaya melayu tua di merangin. Dari hasil perkawinan budaya inilah maka lahir sebuah bentuk budaya baru pada masa itu yang disebut atib togak.

Atib togak dilakukan oleh nenek moyang kita untuk mengagung-agungkan asma Allah pada acara keagamaan seperti menyambut bulan ramadhan, lebaran, dan hari besar islam lainnya. Dan pada hari ini kita sama-sama melaksanakannya dalam kenduri melayu berdo’a bersama memohon petunjuk dan keselamatan kepada Allah SWT.

Masih kata Bupati, Biasanya acara ini dilakukan di langgar atau mesjid yang lantainya terbuat dari papan yang berbentuk panggung sehingga hentakan kaki pada lantai tersebut dapat menghasilkan bunyi pada saat atib berlansung, irama yang dilantunkan mengikuti hentakan kaki tersebut.

"Tampak hadir pada acara tersebut, Asisten II Setda Bengkalis, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis Susianto SR, anggota DPRD Dapil Pinggir, serta sejumlah pejabat lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.(man)

Berita Terkait

Budaya

Personel PJR Polda Riau Evakuasi Korban Laka di Tol Permai

Budaya

Bupati Inhil Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Budaya

PSPS Pekanbaru Lakukan Perombakan Besar Jelang Musim 2026-2027

Budaya

Pompong Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Buton, Tiga Penumpang Masih Hilang

Budaya

Kapolda Riau Jenguk Korban Pengeroyokan, Tegaskan Kasus Diusut Tuntas Tanpa Pandang Bulu

Budaya

Polsek Kandis Sukseskan Panen Jagung di Kampung Sam-Sam