Cegah Kenakalan Remaja, Babinsa Koramil Tempuling Aktifkan Pencak Silat

Harijal - Senin, 10 April 2017 14:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/04/be7fff042017_0000cegahkenakalanremaja.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Penrem 031/Wirabima
Cegah Kenakalan Remaja, Babinsa Koramil Tempuling Aktifkan Pencak Silat

TEMPULING, kabarmelayu.com - Senin (10/4/2017), Dalam upaya menumbuhkan semangat kebersamaan dan mengatasi kenakalan di kalangan remaja, Babinsa Koramil 03/Tempuling Serda Mardia mengaktifkan kembali seni bela diri pencak silat Setia Hati (SH) di Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas. 

Dikatakan Serda Mardia, pada zaman penjajahan dulu anak-anak muda diwajibkan mengusai ilmu bela diri sebagai bekal untuk merantau atau pertahanan diri jika diserang lawan. Ilmu beladiri diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur. Pada sekitar tahun 1950, sesuai namanya, gerakan dari Seni Tari Pencak Silat SH ini memadukan antara seni tari, olahraga serta paduan kekompakan dalam memperagakan jurus-jurus pencak silat. Peragaannya terasa semarak lantaran diiringi musik. 

“Banyak nilai positif yang terkandung di dalamnya. Selain olahraga untuk kesehatan, seni tari pencak silat Setia Hati (SH) juga menekankan etika, sopan santun dan penghormatan kepada orang tua. Karena itu sangat cocok untuk generasi muda dalam menangkal kenakalan remaja dan sebagainya,” ungkap Mardia. 

Dijelaskan, setiap Sabtu malam dan Selasa malam digelar latihan rutin di depan Kantor Babinsa Rumbai Jaya. Awalnya hanya diikuti beberapa orang saja, namun setelah melibatkan anggota Babinsa dari Koramil 03/Tempuling Serda Mardia jumlah pesertanya membludak dan kini mencapai 112 orang. Mayoritas adalah anak-anak muda. 

“Pencak Silat Setia Hati ini diberdayakan dengan turut menghidupkan kembali seni tari pencak silat sebagai budaya lokal yang harus terus dilestarikan. Alhamdulillah, pak Camat, Kapolsek dan Danramil sangat mendukung upaya kami,” ujarnya. 

Dalam setiap momen di tingkat Kecamatan Kempas, anggota Pecak Silat Setia Hati (SH) selalu diberikan kesempatan untuk unjuk kebolehan. Seperti pada saat malam puncak HUT RI serta Acara penting lainnya yang diadakan oleh Pemerintah. 

Danramil Kapten Arh Sugiyono menyambut baik ikhtiar yang dilakukan Babinsa dan Pemdes. 

"Selama ini kepemimpinan Babinsa dan Pemdes telah terbukti membangun desa sekaligus menggalakkan pelestarian budaya daerah serta menjaga para generasi muda dari pengaruh negatif dengan menggalakkan pencak silat Setia Hati ini," imbuhnya.(Penrem031/Wirabima)

Berita Terkait

Budaya

Polres Bengkalis Petakan Zona Merah Narkoba, Kecamatan Mandau dan Pinggir Paling Rawan

Budaya

Bus Hantam Ekor Truk di Tol Permai, 2 Tewas,Belasan Terluka

Budaya

Personel PJR Polda Riau Evakuasi Korban Laka di Tol Permai

Budaya

Bupati Inhil Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Budaya

PSPS Pekanbaru Lakukan Perombakan Besar Jelang Musim 2026-2027

Budaya

Pompong Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Buton, Tiga Penumpang Masih Hilang