Festival Seni Budaya Melayu Riau, Perkuat Pewarisan Tradisi di Negeri Istana

Redaksi - Minggu, 21 Juni 2026 23:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/06/_3755_Festival-Seni-Budaya-Melayu-Riau--Perkuat-Pewarisan-Tradisi-di-Negeri-Istana.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Bupati Siak Afni Zulkifli saat Festival Seni Budaya Melayu Riau bertema “Junjung Budaya Negeri Istana”.
kabarmelayu.com,SIAK - Alunan kompang, syair Melayu, dan berbagai pertunjukan seni tradisi memenuhi Halaman Siak Bermadah dalam Festival Seni Budaya Melayu Riau bertema "Junjung Budaya Negeri Istana", Sabtu malam (20/6/2026).

Di tengah panggung Siak Bermadah yang hidup, seniman, anak-anak sanggar, dan masyarakat larut dalam suasana kebersamaan yang memperlihatkan kuatnya denyut budaya Melayu di Negeri Istana.

Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi seniman, sanggar budaya, generasi muda, dan masyarakat dalam merayakan sekaligus menghidupkan kembali kekayaan budaya Melayu yang tumbuh di Kabupaten Siak.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memberi ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya terbaiknya kepada masyarakat.

"Terimakasih banyak kepada anggota komisi X DPR RI, tanpa dukungan beliau maka tidak mungkin kita bisa laksanakan kegiatan pada malam hari ini. Terimakasih telah mewujudkan karena udah lama kami ingin buat kegiatan seperti ini, " ucap Afni.

"Alhamdulillah walaupun dengan sederhana, tidak bermewah-mewah, tapi terlihat wajahnya senang dan bahagia dari warga Siak pada malam hari ini. Tentu yang ditunggu tampil malam ini bukan saya, tetapi anak-anak kita dan para seniman yang luar biasa. Mari kita saksikan bersama karya dan kreativitas mereka," tambah Afni disambut tepuk tangan masyarakat yang memadati area pertunjukan.

Menurut Afni, budaya Melayu bukan hanya warisan yang dijaga, tetapi juga harus terus dihidupkan melalui kreativitas dan keterlibatan generasi muda. Karena itu, ruang-ruang ekspresi budaya perlu terus diperkuat agar nilai-nilai tradisi tetap tumbuh di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari bersama Rumah Sunting binaan Kunni Masrohanti, serta mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Kolaborasi tersebut menjadi penguat hadirnya ruang kreativitas bagi pelaku seni, komunitas budaya, dan generasi muda di Kabupaten Siak, sekaligus menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak berjalan sendiri, tetapi melalui kerja bersama berbagai pihak.

Malam itu, sebanyak 13 kelompok seni dan sanggar budaya tampil membawakan beragam pertunjukan. Mulai dari kompang, silat, tari tradisi, musikalisasi puisi, hingga teater yang mengangkat pesan tentang hubungan manusia dengan alam dan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Melayu.

Ketua penyelenggara Kunni Masrohanti menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari proses pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

"Ini bukan hanya proses pelestarian budaya, tetapi juga proses pewarisan tradisi dan kearifan lokal dari generasi sebelumnya kepada anak-anak, serta cucu-cucu kita hari ini," kata dia.

Penampilan anak-anak dan remaja dari berbagai sanggar budaya menjadi salah satu perhatian masyarakat. Dengan penuh percaya diri mereka membawakan berbagai karya seni yang menunjukkan bahwa budaya Melayu tetap hidup dan terus berkembang di tangan generasi muda.

Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Siak dan Riau merupakan aset berharga yang harus terus dijaga dan diwariskan.

"Kekayaan budaya yang kita miliki harus terus kita wariskan kepada generasi muda. Sengaja kami ambil tempatnya di panggung Siak bermadah persis di depan Istana Siak, mudah-mudahan ini menjadi momentum pengingat kita sebagai warga negara Indonesia. Budaya tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga kekuatan yang menyatukan masyarakat," ujarnya.

Suasana di Panggung Siak Bermadah semakin semarak ketika masyarakat dari berbagai kalangan memenuhi area pertunjukan. Tepuk tangan dan apresiasi penonton beberapa kali mengiringi penampilan para seniman yang tampil bergantian sepanjang malam.

Melalui Festival Seni Budaya Melayu Riau, semangat "Junjung Budaya Negeri Istana" tidak hanya hadir sebagai tema kegiatan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan yang menghidupkan tradisi, mempertemukan generasi, dan merawat identitas budaya Melayu di tengah masyarakat.(inf/siak)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Budaya

Festival Seni Budaya Melayu Riau Perkuat Pewarisan Tradisi di Negeri Istana

Budaya

Festival Talam Durian Pekanbaru Pecahkan Rekor MURI

Budaya

Sulis "Cinta Rasul" Meriahkan Paramadina Festival Ramadhan 2026 di Meikarta

Budaya

79 Tahun Bertahan, Festival Sampan Layar Jadi Simbol Kebanggaan Pesisir Bengkalis di Desa Ketam Putih

Budaya

Festival Sampan Layar ke-79 Ketamputih Dimatangkan, Lestarikan Tradisi Melayu Pesisir

Budaya

Pembukaan Festival Literasi Siak, Setdakab Siak Dorong Generasi Cerdas dan Kreatif