kabarmelayu.com,KAMPAR - Pengerjaan bangunan Balai
Adat Persukuan
Melayu Dt Majolelo Pulau Belimbing Kenegerian Kuok Kecamatan Kuok, telah sampai ke pengecoran lantai II pada Ahad (24/5/2026). Pengerjaan balai adat ini dilakukan secara gotong royong dan swadaya anak kemanakan Persukuan
Melayu Dt Majolelo Pulau Belimbing Kenegerian Kuok serta sumbangsih dari pihak-pihak yang memiliki perhatian.
Dengan tuntasnya pengerjaan pengecoran Lantai II ini, Kepala Persukuan Melayu, Damanhuri Datuok Majolelo mengungkapkan rasa syukur atas capaian pembangunan balai adat tersebut. Dia menilai progres pembangunannya cukup cepat. ATas hal itu pula, pihaknya melakukan syukuran yang diiringi dengan pemotongan dua ekor kambing.
"Atas nama persukuan dan anak kemanakan Melayu Datuok Majolelo, kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas sumbangan material, uang, tenaga serta pemikiran dalam mewujudkan balai adat yang kita banggakan ini," ujar Damanhuri Dt Majolelo didampingi oleh perangkat adat di antaranya Malin Amir Husin, Cerdik Pandai Abu Bakar, Gheno Nulis, Sighompu (Bundo Kanduong) Safniati, Panglimo Syafri.
Dalam kegiatan syukuran tersebut, tampak hadir pula Kepala Desa Kuok Khairisman, SE, Kepala Desa Persiapan Pulau Belimbing Dodi Osman serta ratusan anak kemanakan persukuan Melayu Dt Majolelo, para Sumondo, bisan dan undangan lainnya.
Damanhuri Dt Majolelo menyampaikan, ini berkat kerja sama, persatuan semangat, kepedulian dan perhatian semua. Dengan semangat gotong royong, pembangunan balai adat yang cukup megah ini dapat terwujud.
Selain itu, momentum syukuran ini juga sebagai wadah silaturahmi menjelang hari Raya Idul Adha 1447 H. Harapannya, dengan bantuan yang tulus dan ikhlas serta berharap ridho Allah, pembangunan balai adat ini dapat terwujud sampai selesai.
Sementara itu, Kades Kuok, Khiarisman, SE menyatakan rasa bangga dan salut atas persatuan serta perjuangan persukuan Melayu yang melaksanakan pembangunan balai adat ini.
Pemerintah, kata Kades, tentunya sangat mendukung kesungguhan persukuan Melayu yang membangun balai adat di Pulau Belimbing. Ini kata Kades menjadi contoh kebersamaan dalam membangun dan melestarikan adat di daerahnya.
Senada, Ketua Panitia pembangunan, Khairul, pihaknya terus melakukan pengumpulan dana demi tuntasnya pembangunan balai adat ini.
"Karena masih banyak pekerjaan yang akan dilakukan, di antaranya ruang atas, atap, keramik lantai, rumah transit dan juga toilet," ujar Khairul.