Ketum PWI Pusat Lepas Peserta Kemah Budaya Wartawan

Redaksi - Jumat, 16 Januari 2026 00:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/01/_2860_Ketum-PWI-Lepas-Peserta-Kemah-Budaya-Wartawan.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Pelepasan peserta Kemah Budaya Wartawan ke perkampungan Suku Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Provinsi Banten.(Foto: PWI)
JAKARTA - KemahBudayaWartawan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 merupakan terobosan baru sejak HPN pertama digelar tahun 1982. Pemilihan lokasi KemahBudaya di perkampungan Suku Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Provinsi Banten, juga sangat menarik. Peserta bisa belajar ilmu kehidupan langsung dari sumbernya.

Demikian dikatakan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Ahmad Munir didampingi Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sakedang dan Ketua Departemen Seni, Musik, Film dan Budaya Ramon Damora, serta Koordinator KemahBudaya Kunni Masrohati, saat melepas peserta KemahBudaya di aula PWI Pusat, Kebonsirih, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

"Di Baduy teman-teman bisa belajar bagaimana menjaga alam, dan hidup secara tradisional dan alami. Bahkan untuk Baduy dalam di sana tanpa internet, listrik dan peralatan modern lainnya. Ini tempat yang cocok untuk melakukan capacity building, di tengah situasi yang tidak mengenakkan dan serba terbatas. Sebuah tantangan untuk bisa beradaptasi di lingkungan yang jauh dari hal-hal yang menjadi keseharian kita," ujar Cak Munir, sapaan akrabnya.

Di depan puluhan peserta KemahBudaya yang terdiri dari wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah.Cak Munir berpesan agar peserta KemahBudayaWartawan ini belajar dan memahami kehidupan masyarakat Baduy yang tetap teguh memegang ajaran leluhurnya, menjaga alam dan sosial budaya. Bagaimana mereka menjaga komuniatasnya tetap survive di tengah kemajuan zaman, juga menarik untuk dipelajari.

"Lakukan pendalaman materi terlebih dulu supaya paham peta dan situasi di lokasi tujuan. Dan jangan lupa hormati semua larangan, pantangan dan aturan adat yang ada," pesan Cak Munir yang juga Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara.

Seperti diketahui, PWI Pusat akan menggelar menggelar KemahBudayaWartawan pada 16–17 Januari 2026.

"Kegiatan KemahBudayaWartawan merupakan salah satu rangkaian HPN yang tahun ini dipusatkan di Banten. KemahBudaya diprioritaskan bagi wartawan dan sastrawan perempuan. Wartawan dan sastrawan memiliki kesempatan yang sama dengan porsi berimbang, dan jumlah peserta terbanyak adalah perempuan," ujar Kunni Masrohati.

Kegiatan ini akan diikuti oleh 41 wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Lampung, Palembang, Surabaya, hingga Samarinda.

"Karya tulis peserta dikirim ke email panitia paling lambat 21 Januari 2026 pukul 18.00 WIB. Seluruh karya akan dibukukan dan diluncurkan acara puncak HPN di Banten pada 8 Februari 2026," kata Kunni, yang juga wartawan senior dan sastrawan.

Kondisi alam Kampung Baduy yang berupa perbukitan membutuhkan stamina yang prima. Oleh karena itu, peserta diingatkan agar benar-benar dalam kondisi sehat, baik jasmani maupun rohani.

Rombongan dijadwalkan diterima oleh Bupati Lebak sebelum menuju homestay di Kampung Ketug, Desa Kanekes. Peserta juga akan diajak berdiskusi dengan para pemuka dan masyarakat setempat untuk memahami adat istiadat serta kehidupan masyarakat Baduy.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Budaya

PWI Riau Buka Pendaftaran Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026, Angkat Tema Energi Berkelanjutan

Budaya

Siak Harus Jadi Wajah Wisata Budaya Melayu Indonesia

Budaya

PWI Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta

Budaya

Anggota DPR RI Dr. Syahrul Aidi Maazat Silaturahmi Bersama Insan Pers Riau

Budaya

Ketua DK PWI Riau: Penggunaan Ijazah Palsu oleh Oknum Wartawan Masuk Ranah Pidana

Budaya

HPN 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Nasional, PWI Riau Kirim 110 Delegasi