Terima Gelar Adat Kerajaan Rokan, Prof Junaidi Komitmen Jaga Marwah Budaya

Redaksi - Minggu, 14 September 2025 19:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/09/_3941_Terima-Gelar-Adat-Kerajaan-Rokan--Prof-Junaidi--Komitmen-Jaga-Marwah-Budaya.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Prof. Dr. Junaidi.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.comROHUL– Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak), Prof Dr Junaidi, menerima anugerah gelar kehormatan adat Datuk Paduko Junjungan Alam dari Kerajaan Rokan. Penganugerahan ini dilakukan bersamaan dengan peresmian kembali Istana Rokan yang telah selesai direnovasi oleh Pemerintah Provinsi Riau, Sabtu (13/9/2025).

Dalam sambutannya, Prof. Junaidi menyampaikan rasa terima kasih atas gelar adat yang dianggapnya sebagai suatu kehormatan luar biasa. Ia berjanji akan memegang amanah tersebut dengan sepenuh hati.

"Kami berjanji dan berkomitmen untuk memajukan dan merawat Kerajaan Rokan ini. Untuk itu, kami berharap dan berdoa agar kami selalu diberikan amanah dan petunjuk dalam menjalankan gelar kehormatan ini," ucap Prof. Junaidi.

Rektor Unilak ini juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Riau atas renovasi Istana Kerajaan Rokan. Ia berharap istana ini bisa menjadi ikon dan tujuan wisata yang dapat berdampak positif terhadap masyarakat dan pembangunan daerah. Ia juga meminta tunjuk ajar dari para datuk agar bisa menjalankan amanah tersebut dengan baik.

Gubernur Riau Abdul Wahid dalam kesempatan yang sama menyampaikan selamat. Ia berpesan bahwa gelar adat tidak hanya untuk kebanggaan pribadi, melainkan juga marwah bagi negeri.

"Gelar bukan untuk meninggi, tetapi untuk merendahkan diri. Bukan untuk bermegah, tapi untuk menjaga marwah. Saya percaya bahwa para penerima adat akan menjaga adat dan menjadi tauladan di tengah masyarakat," pesan Gubernur.

Abdul Wahid menegaskan kembali komitmen Pemprov Riau untuk menjaga akar budaya Melayu dalam mewujudkan Riau sebagai Rumah Rumpun Melayu. Semboyan "Tak Akan Melayu Hilang di Bumi" akan terus diteguhkan melalui program-program pemerintah.

Senada itu, Bupati Rokan Hulu, Anton, dalam sambutannya menyebut peresmian istana dan penganugerahan gelar adat sebagai bagian penting dari tradisi adat Rohul. Ia menekankan bahwa gelar adat adalah amanah untuk melestarikan adat dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

Bupati Anton juga menambahkan, pemugaran Istana Rokan bukan hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari ikhtiar besar untuk merawat jati diri, harga diri, dan marwah masyarakat Rokan Hulu.

Rokan Hulu adalah Negeri Seribu Suluk, sebuah wilayah yang telah berdiri di atas fondasi adat dan budaya sejak tahun 1340 masehi.

Tak hanyavProf. Junaidi, sejumlah tokoh Riau asal Kabupaten Rokan Hulu juga mendapat gelar kehormatan adat. Di antaranya, mantan Ketua DPRD Riau, Dr dr Chaidir, MM, yang mendapat gelar Datuk Paduko Khairul Amin, Muhammad Zaki, S. STp, dengan gelar Datuk Paduko Sari Alam serta Anton Surya Atmajaya dengan gelar Datuk Anugerah Alam.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Budaya

Buka Peluang Usaha dan Kembangkan Kreativitas Ibu-ibu UMKM, PT IKPP Perawang Gelar Pelatihan Tata Boga, Membuat Bolu Gulung Batik

Budaya

Pembangunan Balai Adat, Persukuan Melayu Datuok Majolelo Pulau Belimbing Gelar Syukuran

Budaya

Perlindungan Masyarakat Hukum Adat, Pemprov Riau Sambut Baik Ranperda Tanah Ulayat

Budaya

Stafsus Menteri ATR/BPN Bahas Verifikasi Tanah Adat Bersama LAMR

Budaya

Dana Kompensasi Masyarakat Adat Menguap, DS: Silakan Tanya ke Bagian Planning PT. PSPI

Budaya

Pihak Agrinas Hanya Diwakili Staf, LAMR Meradang, Dialog Dihentikan