Ini Sejarah dan Makna Logo dan Penamaan Kodam XIX Tuanku Tambusai

Redaksi - Sabtu, 13 September 2025 19:46 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/09/_9867_Ini-Sejarah-dan-Makna-Logo-dan-Penamaan-Kodam-XIX-Tuanku-Tambusai.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Markas Kodam XIX Tuanku Tambusai.(Foto: Heru/mcr)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Nama Tuanku Tambusai resmi digunakan sebagai identitas Komando Daerah Militer (Kodam) XIX yang membawahi wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Penamaan ini berasal dari usulan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) yang disampaikan kepada Korem 031/Wira Bima dalam sebuah rapat pada Ahad, 15 Desember 2024 lalu.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (Ketum DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamilnmengatakan, usulan tersebut merupakan bagian dari permintaan resmi Korem 031/Wira Bima kepada LAMR.

"Waktu itu kami mengusulkan beberapa nama, termasuk Sultan Mahmud, Hang Tuah, Siak Sri Inderapura dan Tuanku Tambusai. Namun akhirnya diputuskan menggunakan nama Tuanku Tambusai," kata Datuk Seri Taufik, Sabtu (13/9/2025).

Menurutnya, nama Tuanku Tambusai dipilih karena memiliki nilai historis dan kultural yang kuat. Tuanku Tambusai adalah tokoh Perang Paderi, ulama, dan pemimpin perlawanan terhadap kolonial Belanda yang lahir di Dalu-Dalu, Rokan Hulu, Riau, pada 5 November 1784.

Tuanku Tambusai dikenal karena kegigihannya memimpin perlawanan di wilayah Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, serta dijuluki "Harimau Paderi dari Rokan" oleh Belanda. Ia wafat di Negeri Sembilan, Malaysia, pada 12 November 1882 dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1995.

Selain nama, LAMR juga berperan dalam merancang logo Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Desain logo dibuat oleh seniman dan budayawan Junaidi Syam atas arahan LAMR. Logo tersebut menampilkan unsur benteng tujuh lapis, keris, senjata tradisional rakyat seligi, perairan, serta simbol budaya Melayu seperti Lancang Kuning.

"Makna dari logo itu mencerminkan karakter prajurit yang pantang menyerah, tegak lurus dalam loyalitas, dan siap maju bersama menghancurkan setiap penghalang," ujar Taufik.

Ia menyebutkan bahwa sekitar 75 persen dari elemen yang diajukan oleh LAMR diadopsi menjadi logo resmi Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Penamaan dan desain logo tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol pertahanan, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta semangat perjuangan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Budaya

Panglima TNI Pimpin Pemakaman Letkol Dudi Firmansyah yang Gugur dalam Misi Kemanusiaan Penanganan Karhutla

Budaya

Sekda Inhil Sambut Kunker Patisus Kasad

Budaya

Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus

Budaya

Ancam Warga, Pria di Tapung Hulu Lepaskan Tembakan Saat Dikejar Anggota TNI

Budaya

Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD kepada Siswa

Budaya

Perempuan Melayu Didorong Perkuat Pelestarian Adat