Festival Rentak Warisan, Melayu Bergema di Mandau

Redaksi - Rabu, 13 Agustus 2025 01:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/08/_4028_Festival-Rentak-Warisan--Melayu-Bergema-di-Mandau.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Festival Rentak Warisan yang diselenggarakan di Kecamatan Mandau, Bengkalis.(Foto: Diskominfotik)
kabarmelayu.comBENGKALIS - Budaya Melayu bergema di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis saat pembukaan Festival Rentak Warisan oleh Bupati Bengkalis Kasmarni diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, H. Toharuddin. Selasa (12/8/2025).

Kegiatan ini digagas oleh Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau dengan menghadirkan pesona seni budaya Melayu yang memikat.

Acara pembukaan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para pegiat seni yang antusias menyaksikan setiap rangkaian penampilan.

Denting musik, tabuhan kompang, dan lantunan lagu-lagu Melayu menyambut kedatangan tamu undangan, menandai dimulainya pesta budaya yang ditunggu-tunggu.

Dalam sambutannya, Toharuddin menegaskan bahwa Festival Rentak Warisan bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan panggung untuk merawat dan menghidupkan kembali warisan budaya Melayu di tengah arus modernisasi.

"Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa generasi muda kita mampu merayakan tradisi tanpa meninggalkan jati diri. Budaya Melayu akan tetap kokoh jika kita rawat bersama," ujarnya.

Mantan Camat Pinggir itu juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tameng Adat LAMR Mandau beserta panitia pelaksana. Menurutnya, gelaran ini menjadi simbol kesadaran kolektif untuk menjaga nilai-nilai luhur sebagai identitas masyarakat Negeri Junjungan.

Dengan mengusung tema "Irama dan Gerak Menyatukan Warisan dan Kreasi", Toharudin mengajak semua pihak memandang pelestarian budaya sebagai gerakan bersama.

"Melestarikan budaya bukan berarti menolak perubahan, melainkan mengolah inovasi agar selaras dengan akar tradisi," tukasnya.

Lanjut Toharuddin, Pemkab Bengkalis berkomitmen mendorong pelestarian budaya melalui langkah konkret, mulai dari membangun kolaborasi lintas sektor, menyediakan fasilitas bagi perkembangan seni, hingga memperkuat pendidikan budaya di sekolah dan komunitas.

"Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi bekal berharga bagi generasi mendatang," tutupnya penuh semangat.

Pembukaan Festival Rentak Warisan diwarnai dengan tarian persembahan yang anggun, disusul lantunan lagu-lagu Melayu yang membangkitkan nostalgia. Sorak sorai penonton dan senyum para peserta membuktikan bahwa denyut nadi budaya Melayu masih mengalun indah di bumi Negeri Junjungan.(Diskominfotik)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Budaya

Penutupan Durian Fest 2026, Kasmarni: Mari Kita Jaga dan Rawat Durian Bengkalis Jadi Warisan Negeri

Budaya

Festival Seni Budaya Melayu Riau, Perkuat Pewarisan Tradisi di Negeri Istana

Budaya

Festival Talam Durian Pekanbaru Pecahkan Rekor MURI

Budaya

Pembangunan Balai Adat, Persukuan Melayu Datuok Majolelo Pulau Belimbing Gelar Syukuran

Budaya

Siak Harus Jadi Wajah Wisata Budaya Melayu Indonesia

Budaya

DPP LMR Kobarkan Semangat Marwah Melayu hingga ke Pelosok Negeri