Kapolda Riau Peragakan 'Aura Farming' Pacu Jalur di CFD

Redaksi - Minggu, 06 Juli 2025 21:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/07/_3395_Kapolda-Riau--Peragakan----039-Aura-Farming--039--Pacu-Jalur-di-CFD.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama peserta Fun Run To Bhayangkara Run 2025 menirukan tarian anak di atas perahu dalam Aura Farming Pacu Jalur.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU- Aksi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama peserta Fun Run To Bhayangkara Run 2025 yang menirukan tarian anak di atas perahu dalam Aura Farming Pacu Jalur, memancing perhatian pengunjung area Car Free Day (CFD) di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, Ahad pagi (6/7/2025).

Pengunjung CFD tampak tertarik saat menyaksikan momen orang nomor satu di Polda Riau ini memperagakan anak penari 'Togak Luan', simbol jalur yang sedang memimpin perlombaan.

Aksi ini digelar sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal, khas Pacu Jalur dalam format yang kreatif dan adaptif dengan ruang kota.Aksi simbolik ini juga dilengkapi ornamen, atribut dan iringan musik tradisional yang menggema di sepanjang area CFD.

Irjen Herry menyampaikan apresiasi dan menekankan pentingnya menghadirkan budaya lokal ke ruang publik sebagai bagian dari edukasi dan perekat sosial.

"Aura Farming Pacu Jalur di CFD ini bukan hanya pertunjukan seni, tapi juga bentuk edukasi dan pemersatu masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun dari tradisi ini sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan," kata Kapolda.

Penting bagi generasi masa kini untuk tidak hanya mengenal, tapi juga mencintai dan merayakan budayanya sendiri.

"Menghadirkan tradisi daerah ke tengah kota adalah bentuk pelestarian aktif yang adaptif terhadap zaman," ujar Kapolda.

Acara ini digelar sebagai bagian dari kampanye pelestarian budaya yang diinisiasi oleh komunitas seni dan budayawan muda Riau.Dengan memindahkan atmosfer pacu jalur dari Sungai Batang Kuantan ke jantung kota, Kapolda ingin menyampaikan pesan bahwa budaya tidak hanya untuk dikenang, tapi juga untuk dihidupkan dan diwariskan.

Menurutnya, Aura Farming Pacu Jalur bukan sekadar parade atau pertunjukan, tapi juga pengingat bahwa di tengah gempuran modernisasi, warisan leluhur masih dapat berdetak kuat menyatukan, menginspirasi, dan membangkitkan rasa bangga akan identitas daerah.

"Pelestarian budaya adalah tugas bersama, termasuk jajaran aparat negara," tambah Kapolda.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Budaya

Pacu Jalur HUT Kuansing ke-26, Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi Juara

Budaya

Pembukaan Pacu Jalur Sempena HUT Kabupaten Kuansing Ke-26 Berlangsung Meriah

Budaya

Pemenang Pacu Jalur Tepian Narosa 2025 Raih Ratusan Juta Rupiah dan Kerbau

Budaya

Melly Mike Guncang Panggung Penutupan Festival Pacu Jalur 2025

Budaya

Bintang Emas Cahaya Intan Juara Pacu Jalur Tepian Narosa 2025

Budaya

Tembus 100.000 Pengunjung, Melly Mike Dongkrak Kunjungan Wisatawan Pacu Jalur 2025