Dispora Pekanbaru Sosialisasikan Permainan Tradisional ke Sekolah, Hidupkan Kembali Warisan Budaya Anak Negeri

Redaksi - Kamis, 29 Mei 2025 21:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/05/_1492_Dispora-Pekanbaru-Sosialisasikan-Permainan-Tradisional-ke-Sekolah--Hidupkan-Kembali-Warisan-Budaya-Anak-Negeri.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Permainan olahraga tradisional yang dulu akrab dengan kehidupan anak-anak Indonesia kini semakin jarang terlihat, terutama di kalangan pelajar di kota-kota besar. Maraknya penggunaan gadget, gaya hidup modern, serta minimnya pelestarian budaya menjadi pen
PEKANBARU - Permainan olahraga tradisional yang dulu akrab dengan kehidupan anak-anak Indonesia kini semakin jarang terlihat, terutama di kalangan pelajar di kota-kota besar. Maraknya penggunaan gadget, gaya hidup modern, serta minimnya pelestarian budaya menjadi penyebab utama permainan seperti cak bur dan gerobak sodor kian terlupakan.

Menanggapi kondisi ini, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Pekanbaru mengambil langkah nyata. Dispora akan melakukan sosialisasi olahraga tradisional ke berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Pekanbaru.

"Kita sudah mulai melakukan pemanasan untuk program ini. Nantinya kami akan turun langsung ke sekolah-sekolah SD dan SMP untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada siswa," ungkap Kepala Dispora Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, Kamis (29/5/2025).

Dalam program ini, sejumlah permainan klasik seperti cak bur (galah panjang) dan gerobak sodor akan disosialisasikan. Dispora bahkan telah mulai melakukan simulasi dan penyesuaian aturan agar permainan ini bisa dimainkan secara terstruktur dan menarik di lingkungan sekolah.

"Kami mencoba menstandarkan format permainannya agar bisa dipertandingkan secara resmi di sekolah-sekolah," jelas Hazli.

Dispora Pekanbaru juga akan menyiapkan fasilitas dan lapangan sesuai standar agar permainan tradisional ini dapat berjalan optimal. Hazli menekankan bahwa tujuan utama dari program ini bukan hanya menghidupkan kembali olahraga lama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya dan sosial kepada generasi muda.

"Permainan tradisional membawa nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, dan semangat gotong royong. Kalau permainan ini hilang, kita juga kehilangan bagian penting dari identitas budaya," ujarnya.

Dispora berharap sekolah-sekolah bisa memasukkan olahraga tradisional ini sebagai bagian dari kegiatan olahraga atau ekstrakurikuler. Ini diharapkan menjadi cara efektif membangun karakter dan interaksi sosial anak-anak di tengah arus digitalisasi.

Sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-241 yang jatuh pada 23 Juni 2025, Dispora juga akan menggelar pertandingan galah panjang atau cak bur sebagai bentuk perayaan sekaligus promosi budaya lokal.

Langkah ini diharapkan menjadi awal dari gerakan pelestarian permainan tradisional secara lebih luas, agar warisan budaya ini tidak hilang ditelan zaman.***


Tag:

Berita Terkait

Budaya

Pasutri di Pangkalan Kerinci Eksploitasi Anak Jadi Pengemis dan Manusia Silver, Wajib Dapat Rp250 Ribu Sehari

Budaya

UPT SDN 024 Tarai Bangun Sukses Laksanakan Sumatif Akhir TP 2025-2026, Ada Perhatian Istimewa bagi Siswa Inklusi

Budaya

Harapan Baru Konservasi, Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo "Nona Seroja"

Budaya

Bocah di Siak Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Budaya

Siak Harus Jadi Wajah Wisata Budaya Melayu Indonesia

Budaya

Bocah 16 Tahun Ditangkap Edarkan Sabu di Panger