kabarmelayu.comPEKANBARU - Ada rencana besar pada rancangan
Bandara Sultan Syarif Kasim II. Pihak Angkasa Pura II akan melakukan peremajaan desain interior dan eksterior bandara, yakni dengan menjadikan kebudayaan
Melayu sebagai ikon menuju kancah internasional.
General Manager Angkasa Pura II Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II), Radityo Adi Purwoto bersama jajaran mendatangi dan meminta tunjuk ajar ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, Rabu lalu.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Angkasa Pura II menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan wajah baru Bandara SSK II yang tidak hanya berstandar internasional (world-class airport), tetapi juga mengangkat kekuatan identitas lokal sebagai ciri khas utama.
"Kami ingin menjadikan Bandara SSK II sebagai ikon kebudayaan Melayu di kancah nasional dan internasional," ujar Radityo.
Oleh karena itu, pihaknya perlu masukan dari LAMR agar desain bandara mampu merepresentasikan nilai-nilai luhur masyarakat Melayu.
Menyambut rencana itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (Ketum DPH), Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil mengapresiasi langkah Angkasa Pura II ini. Dia menyampaikan beberapa prinsip penting dalam budaya Melayu yang dapat menjadi dasar desain arsitektur dan interior.
"Adanya sinergi antara Angkasa Pura II, LAMR dan tim konsultan desain, proyek ini diharapkan tidak hanya memperindah tampilan bandara, tetapi juga mengukuhkan Bandara SSK II sebagai gerbang budaya Melayu yang membanggakan," ujar Datuk Seri Taufik.
LAMR, kata Datuk Seri Taufik tak ingin hanya menempel ornamen Melayu sebagai hiasan saja, namun karakter Melayu harus menjadi roh dalam arsitektur bandara Sultan Syarig Kasim II ini.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekum MKA LAMR, Datuk Afrizal Alang, Ketua I Datuk Elmustian Rahman, Bendum LAMR Datuk Muhammad Fadhly dan Sekretaris Datuk Arman.
Di pihak Angkasa Pura II turut hadir staff Bandara SSK II Yoga Prasetyo, T. M Azis, Patar Ronal, Yuolin D H, serta Konsultan Desain Putri Prima Aurora dan Maharani.