Bupati dan Wakil Bupati Inhil, H. Herman-Yuliantini Ikuti Prosesi Tepuk Tepung Tawar LAM Riau

Redaksi - Sabtu, 01 Maret 2025 22:24 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/03/_8794_Bupati-dan-Wakil-Bupati-Inhil--H--Herman-Yuliantini-Ikuti-Prosesi-Tepuk-Tepung-Tawar-LAM-Riau.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Bupati dan Wakil Bupati Inhil, H. Herman-Yuliantini mengikuti prosesi tepuk tepung tawar di Balai Adat LAM Riau Pekanbaru.(Foto: Kominfotik Inhil)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Riau, menggelar acara tepuk tepung tawar kepala daerah yang baru menjabat periode 2025-2030.

Kegiatan yangvl diikuti kepala daerah yang terdiri dari Gubernur, wali kota, dan bupati terpilih se-Riau ini berlangsung di Kantor LAM RiaubJalan Diponegoro Pekanbaru, Sabtu 1l(1/3/2025).

Sebelumnya, para kepala daerah terpilih tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru usai menjalani retret di Akmil Magelang selama seminggu.

Bupati Inhil bersama wakil Bupati serta Gubernur Riau dan kepala daerah se-Riau hadir mengenakan pakaian Melayu bernuansa putih. Acara ini juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi daerah, termasuk Kapolda Riau Irjen Pol. M. Iqbal, Kejati Riau Anwar Abbas, serta perwakilan Forkompimda lainnya.

Tepuk tepung tawar merupakan tradisi adat masyarakat Melayu Riau yang biasa dilaksanakan dalam acara-acara penting, termasuk mendoakan pemimpin terpilih. Tradisi ini bertujuan memberikan berkat dan keberkahan serta menandai babak baru dalam kepemimpinan di Riau.

Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil dalam sambutannya mengatakan, acara ini digelar untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.

"Tepuk tepung tawar ini menjadi penting bagi masyarakat Melayu sejak dahulu. Tradisi ini telah mengalami akulturasi dengan Islam, sehingga kental dengan nilai-nilai keislaman," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam prosesi ini tersebut tali berpilin tiga, yakni antara adat, syariah, dan pemerintah bersatu.

Hakikatnya, upacara ini adalah doa untuk keselamatan dan kesejahteraan, baik bagi pemberi maupun penerima tepuk tepung tawar.

Prosesi tepuk tepung tawar melibatkan berbagai kelengkapan yang sarat dengan nilai adat dan budaya Melayu. Tujuh nampan berisi dedaunan dan bahan-bahan tertentu disiapkan, di antaranya daun sitawar, sidingin, beras kunyit dan lainnya. Setiap kelengkapan memiliki makna simbolis dalam kehidupan manusia.

Misalnya, daun ati-ati melambangkan kehati-hatian dan kewaspadaan, sementara beras kunyit simbol kemakmuran.

"Semua ini mengajarkan kita untuk bergaul dengan baik, berbicara berdasarkan logika, dan selalu waspada dalam menjalani kehidupan," ujar Taufik.

Sementara itu, Bupati Inhil H. Herman menyambut baik terlaksananya Acara tersebut, terlebih bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dengan harapan menjadi momen tepat untuk bersatu dan melawan hawa nafsu.

"Kekuasaan sering kali dipenjara oleh nafsu. Oleh karena itu, kita harus selalu mengingatkan diri untuk menjaga integritas dan amanah dalam membangun daerah, terkhusus Kabupaten Indragiri Hilir," ungkap H.Herman

Saat prosesi tepuk tepung tawar dimulai, sejumlah Datuk secara bergantian memberikan tepuk tepung tawar kepada Gubernur Riau, wakil gubernur, serta para wali kota dan bupati se-Riau.

Acara ini tidak hanya menjadi momen penting bagi para pemimpin terpilih, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Riau yang mengharapkan kepemimpinan yang baru ini bisa mensejahterakan dan membawa keberkahan bagi masyarakatnya.(ADV)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Budaya

Lompat dari Kapal, Warga Kepulauan Meranti Ditemukan Meninggal Dunia

Budaya

Bocah yang Hilang di Tepian Batang Kuantan Ditemukan tak Bernyawa

Budaya

Balita 4 Tahun Hilang di Batang Kuantan, Sendal Tertinggal di Pinggir Sungai

Budaya

Balita 4 Tahun Hilang di Batang Kuantan, Sendal Tertinggal di Pinggir Sungai

Budaya

LAMR Pekanbaru Dukung Penuh Kembalinya LMR Berkiprah di Kota Bertuah Pekanbaru

Budaya

Silaturahmi Ulama dan Umara di Kediaman Ustadz Anton Susanto, Menjaga Keutuhan Bangsa