LAMR Perwakilan Jakarta Resmi Dikukuhkan

Harijal - Minggu, 12 Maret 2023 20:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/03/a1905e032023_untitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

JAKARTA - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Badan Perwakilan (BP) Jakarta resmi dikukuhkan, Ahad (12/3/2023). Turut menyaksikan, bahkan memasang tanjak kepada pimpinan, Datuk Setia Amanah Gubernur Riau Datuk Seri Syamsuar.

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (Ketum MKA) Datuk Seri H. Marjohan Yusuf, didampingi Ketum Dewan Pimpinan Harian (DOH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil. 

Duduk sebagai Ketua Pembina adalah Datuk Ir. Marzuki Husein, sedangkan Ketua pengurus adalah Datuk H. Munasir Ma'adab, S. E., MM. 

Kepada kedua tokoh tersebut dipasangkan tanjak oleh Datuk Seri Syamsuar, kemudian dilanjutkan pemasangan selempang oleh Datuk Seri Marjohan, dan prnyelipan keris oleh Datuk Seri Taufik. Keduanya juga ditepuk tepung tawari antara lain oleh H. Tarmizi Tohor, Direktur Zakat dan Wakaf yang sekaligus memimpin doa. 

Datuk Seri Syamsuar menyambut baik atas dikukuhkannya LAMR BP Jakarta tersebut. Dia dapat menjadi jembatan dengan daerah lain dalam skop nasional, sehingga hubungan baik antardaerah, toleransi berbangsa makin terbina.

Dia menyebutkan, Riau sempat dianggap daerah intoleransi. Tapi berkat komunikasi terus menerus, daerah ini sekarang menyandang predikat tolerasi cukup tinggi dg nilai di atas 70 persen. 

"Kita harus meningkatkan hal ini, sejalan dengan harapan leluhur Melayu yang dikembangkan sejak lama, senantiasa membuka diri untuk bersama-sama," ujar Datuk Seri Syamsuar.

Menurutnya, LAMR juga harus memperhatikan keislaman sejalan dengan moto adat bersendi syarak, sedangkan syarak bersendikan kitabullah. Ini antara lain memberi pesan agar memperhatikan al-Qur'an sebagaimana dituntut oleh syariah suci, Islam. Upaya mempelajari dan menghafalnya yang kini digalakkan Pemprov Riau, misalnya melalui Makori, tentu merupakan langkah nyata terhadap hal itu.(*)

Berita Terkait

Budaya

Pustu Dendan Klarifikasi Soal Biaya Persalinan Rp10 Juta

Budaya

Pengembangan Kasus Sabu, Polsek Bonai Darussalam Temukan Senpi Rakitan dan Peluru

Budaya

Aktivis Soroti Persoalan Agraria: Masyarakat Jangan Dipersulit

Budaya

DPRD Riau Dorong Pembentukan Satgas Solar

Budaya

Tekanan Fiskal, RAPBD-P Riau 2026 Fokus Pengendalian Belanja

Budaya

Kelompok Tani Duta Tani Tanam Padi Gogo, Dorong Ketahanan Pangan di Pekanbaru