Lewat Drama Tari, TMII Pentaskan Kepahlawanan Tengku Buang Asmara Siak

Harijal - Minggu, 04 Desember 2016 15:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/12/f2df6f122016_lewatdramatari.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
goriau.com
Bupati Siak, Syamsuar saat menyerahkan cindera mata di Pagelaran Budaya Melayu Siak di TMII.

JAKARTA- Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penghubung Riau di Jakarta menggelar Pagelaran Seni Drama Tari "Tengku Buang Asmara", Sabtu (30/12/16) di Jakarta.

Pertunjukan seni teatrikal yang mengisahkan kepahlawanan Sultan Siak tersebut dipentaskan di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Diperkirakan tiga ratusan undangan dalam dan luar negeri, termasuk perwakilan negara-negara sahabat turut hadir dalam kesempatan itu, diantaranya,Venezuela, Srilanka, Chili, Kuba, Libia, dan Palestina.

Dirut TMII, Bupati Siak H Syamsuar dan jajaran, bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, dan sejumlah pemuka masyarakat Riau juga turut diundang menyaksikan pertunjukan tersebut.

"Terimakasih pada semua pihak yang terlibat dalam pagelaran drama tari ini. Belum banyak orang yang tahu sejarah dan kepahlawanan Tengku Buang Asmara, karena beliau belum ditetapkan sebagai pahlawan nasional," kata Syamsuar dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, dalam sejarah kepemimpinan Tengku Buang Asmara pernah terjadi perang sengit terhadap VOC. "Dalam perang Guntung yang dipimpin Sultan Tengku Buang Asmara, VOC menderita kekalahan dan kerugian yang tidak sedikit, kisahnya abadi dalam syair perang guntung," ujarnya.

Sebelum drama tari berdurasi 60 menit itu dimulai, Syamsuar juga menceritakan bahwa Kabupaten Siak terus berbenah sebagai destinasi wisata sejarah, seni dan budaya di Provinsi Riau.

"Sultan-sultan terdahulu banyak berjasa bagi negara, termasuk kisah penyerahan kedaulatan Kerajaan Siak pada NKRI oleh Sultan Syarif Kasim II. Saat ini kami tengah merampungkan tugu untuk mengenang nilai kepahlawanan beliau," sebut Bupati.

Begitu juga situs peninggalan sejarah, sampai saat ini masih terpelihara dengan baik, diantaranya Istana Siak dan Masjid Syahbuddin. "Saat ini kami juga tengah berupaya mendapatkan pengakuan Unesco sebagai kota pusaka," jelasnya.

Predikat kota pusaka ini oleh Syamsuar, diharapkan dapat memperkuat upaya promosi wisata di Kabupaten Siak, dalam rangka mendukung nawacita dan target nasional 20 juta wisatawan mancanegara.

"Pemkab Siak tentu tidak mampu berjalan sendiri, untuk itu kami mohon dukungan pemerintah baik pusat maupun provinsi," harapnya.

Dalam acara yang juga diisi dengan eksibisi beragam permainan tradisional rakyat tempo dulu itu, juga dilakukan pertukaran cinderamata antara Bupati Siak dengan Dirut TMII dan perwakilan negara-negara sahabat yang hadir.

Disesi akhir, penampilan artis Iyet Bustami yang memandu joget lambak bersama seluruh hadirin undangan menjadi penutup rangkaian acara.

 

 

(goriau.com)

Berita Terkait

Budaya

Polres Bengkalis Petakan Zona Merah Narkoba, Kecamatan Mandau dan Pinggir Paling Rawan

Budaya

Bus Hantam Ekor Truk di Tol Permai, 2 Tewas,Belasan Terluka

Budaya

Personel PJR Polda Riau Evakuasi Korban Laka di Tol Permai

Budaya

Bupati Inhil Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Budaya

PSPS Pekanbaru Lakukan Perombakan Besar Jelang Musim 2026-2027

Budaya

Pompong Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Buton, Tiga Penumpang Masih Hilang