Ini 4 Fokus Pemprov dalam Majukan Budaya Melayu Riau

Harijal - Jumat, 10 Desember 2021 11:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/12/d56dca122021_ini4fokuspemprovdalammajukanb.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171

PELALAWAN - Dalam menjaga ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan, pemerintah memiliki tugas agar kebudayaan tetap eksis meski ditengah perubahan zaman. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mempunyai 4 fokus untuk menjaga dan memajukan budaya Melayu Riau, yakni dengan objek kebudayaan, sarana dan prasarana kebudayaan, sumber daya manusia kebudayaan, serta lembaga kebudayaan. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar usai menghadiri pemberian penabalan gelar kepada Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan di Istana Sayap Kesultanan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Kamis (9/12/2021). 

Selain 4 fokus tersebut, prosesi penabalan yang dianugerahkan oleh Sultan Pelalawan X, Assayyidis Syarif Kamaruddin Haroen Tengku Besar Pelalawan kepada Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan juga merupakan bukti nyata dalam memajukan kebudayaan Melayu Riau. 

"Menurut kami adalah suatu bukti bahwa kita berasal-usul dan mempunyai sejarah yang mengakar kuat dari masa lalu ke masa kini," jelasnya. 

Setiap perubahan memang acap kali menjadi persoalan baru yang harus dijawab secara bersama, oleh karenanya Gubri berharap tetap mempunyai kesempatan terbaik untuk mengokohkan sisi nilai yang bersumber dari Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah, sehingga dapat menopang optimalisasi adat dan budaya. 

Melalui Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau dan LAMR Pelalawan, kata Syamsuar, adalah tempat bertumpu dalam hal merawat adat di daerah. Sebab keberadaan LAM adalah upaya menjaga marwah adat Melayu. 

"Oleh karenanya yang sangat penting ialah memastikan bahwa adat budaya Melayu benar-benar dipakai oleh generasi masa mendatang, dan kebudayaan Melayu menjadi payung negeri bagi kemaslahatan masyarakat," pungkas Gubri. (MCR)

Berita Terkait

Budaya

Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji

Budaya

PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0

Budaya

Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau

Budaya

Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus

Budaya

Lagi, 150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

Budaya

Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Agung Terima Penghargaan