PEKANBARU, kabarmelayu.com - Operasi Patuh Lancang Kuning 2025 wilayah Polres Indragiri Hilir, Riau secara resmi
berakhir pada, Minggu, 27 Juli 2025. Operasi yang sudah berlangsung selama 14 hari terakhir menunjukkan sebuah perubahan yang positif terutama dalam upaya membudayakan tata tertib lalu lintas dan keselamatan di jalan raya.
Sehingga kepatuhan dan membudayakan tertib lalu lintas merupakan cerminan dari kesadaran masyarakat itu sendiri.
Demikian dikatakan Kapolres Inhil AKBP Farouk melalui Kasat Lantas AKP Fandri. S. H usai m ngikuti Anev Ops Patuh Lancang Kuning 2025 bersama Dit lantas Polda Riau, Senin, 28 Juli 2025.
Fandri menjelaskan, selama operasi yang berjalan lebih kurang dua pekan ini serentak se Indoneeia. Untuk wilayah Indragiri Hilir, semua kegiatan telah berjalan dengan baik dan profesional, melakukan edukasi, sosialisasi sejumlah program kepolisian, mengampanyekan budaya keselamatan.
Selain itu, Satlantas Polres Inhil juga tidak lupa mensosialisasikan program green policing sekaligus mengajak generasi Z untuk cinta terhadap lingkungan.
Kasat lantas menegaskan, jumlah pelanggaran Lalu lintas tercatat sebanyak 602 (Enam Ratus Dua) Pelanggaran. Enam pelanggar telah dilakukan penindakan dengan sistem ETLE Mobile, 495 ditindak dengan E-Tilang dan 101 pelanggar mendapatkan teguran tertulis dan tidak ada laporan kecelakaan lalu lintas selama operasi berlangsung.
"Selama operasi 14 hari ini, alhamdulillah tidak ditemukan peristiwa kecelakaan lalu lintas. Jadi, nihil kecelakaan. Dengan berakhirnya operasi ops tahun ini, maka kita harapkan masyarakat dapat meningkagkan kesadaran untuk selalu membudayakan keselamatan dengan tertib berlalu lintas," tutup Fandri.(Beng)