TNI Lumpuhkan Tokoh OPM Enos Tipagau di Intan Jaya

Redaksi - Minggu, 06 Juli 2025 09:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/07/_8330_TNI-Lumpuhkan-Tokoh-OPM-Enos-Tipagau-di-Intan-Jaya.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Enos Tipagau, Komandan Batalyon Kodap VIII Soanggama separatis OPM yang berhasil dilumpuhkan TNI.(Puspen TNI)
kabarmelayu.comJAKARTA - Dalam suatu operasi terukur yang dilakukan pada Sabtu (5/7/2025) di Kampung Baitapa, Distrik Baitapa, Kabupaten Intan Jaya, satuan gabungan TNI kembali melumpuhkan tokoh separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), Enos Tipagau. Dia diketahui sebagai Komandan Batalyon Kodap VIII Soanggama.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, aparat TNI melakukan pengejaran ke arah ketinggian yang digunakan sebagai jalur pelolosan. Pada pukul 07.16 WIT, prajurit TNI berhasil melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap target, yang mengakibatkan Enos Tipagau tewas di lokasi. Tidak ada korban dari pihak TNI maupun masyarakat sipil.

Enos Tipagau tercatat dalam daftar pelaku kekerasan bersenjata di Intan Jaya. Ia bertanggung jawab atas serangkaian aksi brutal, seperti penembakan warga sipil termasuk petani, pekerja bangunan, dan tokoh agama lokal. Bahkan, kelompoknya kerap membunuh masyarakat asli Papua yang mendukung kehadiran negara, tanpa ragu sedikit pun.

Selain itu, kelompok Kodap VIII Soanggama di bawah kepemimpinan Enos Tipagau juga melakukan pembakaran rumah warga, honai adat, sekolah, dan puskesmas. Mereka menyandera warga serta tenaga kerja proyek infrastruktur, menyiksa, menjadikan mereka tameng hidup, hingga membunuh secara kejam untuk menimbulkan propaganda ketakutan.

Tidak hanya itu, mereka juga sering melancarkan serangan mendadak ke pos TNI/Polri dengan melibatkan remaja dan anak muda sebagai tameng tempur.

Dalam setiap aksinya, kelompok ini menyebarkan propaganda provokatif, hoaks, dan video manipulatif untuk membakar sentimen anti-pemerintah dan memecah belah persatuan bangsa.

"Tindakan biadab mereka bukan hanya mengancam keamanan nasional, tetapi juga menghancurkan masa depan masyarakat Papua itu sendiri," tambah Kapuspen TNI.

TNI berharap tewasnya Enos Tipagau menjadi momentum penting dalam melemahkan jaringan teror bersenjata Kodap VIII Soanggama, sekaligus membuka ruang damai dan percepatan pembangunan di tanah Papua.

Keberhasilan ini merupakan bagian dari konsistensi TNI dalam melaksanakan tugas pokoknya ."Operasi ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk melindungi rakyat Papua dari aksi kekerasan kelompok separatis bersenjata yang kerap menebar teror terhadap masyarakat sipil," tegas Kapuspen TNI.

Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas . "TNI tetap menjunjung tinggi prinsip legalitas, kehati-hatian, serta perlindungan terhadap warga sipil dalam setiap operasi di wilayah Papua," tegas Kapuspen.

TNI, tetap menyambut dengan tangan terbuka apabila ada anggota OPM yang menyadari kekeliruannya dan ingin kembali ke pangkuan NKRI dan bersama-sama membangun Papua demi masa depan yang lebih damai dan sejahtera.

(Puspen TNI)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

TNI/Polri

Ancam Warga, Pria di Tapung Hulu Lepaskan Tembakan Saat Dikejar Anggota TNI

TNI/Polri

Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Sosialisasikan Penerimaan Prajurit TNI AD kepada Siswa

TNI/Polri

Panglima Tegaskan Kesiapsiagaan TNI Hadapi Ancaman Multidimensi

TNI/Polri

Soal Penanganan Karhutla, TNI Diminta Hadir dengan OMSP Terencana

TNI/Polri

Rotasi Jabatan Strategis TNI, Dua Jenderal TNI Emban Amanah Baru

TNI/Polri

HUT ke-81 TNI, Kodim 0303/Bengkalis Teguhkan Komitmen Pengabdian untuk Bangsa