Akses Ekonomi Riau Utara Dibuka, Rencana Pembangunan Jalan Guntung-Simbar-Mandah Dilakukan Dua tahap

Redaksi - Minggu, 16 Maret 2025 02:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/03/_3208_Akses-Ekonomi-Riau-Utara-Dibuka--Rencana-Pembangunan-Jalan-Guntung-Simbar-Mandah-Dilakukan-Dua-tahap.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kunker Abdul Wahid ke Desa Sungai Simbar, Inhil.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comINHIL - Gubernur Riau Abdul Wahid meninjau rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Guntung, Simbar, dan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Jalan sepanjang 70 kilometer ini diharapkan dapat membuka akses bagi masyarakat di wilayah utara Riau yang selama ini masih terpencil dan bergantung pada pasang surut air laut.

"Ya, hari ini saya sama Pak Bupati dan Kadis PU meninjau rencana pengerjaan jalan Guntung, Simbar, dan Mandah. Mudah-mudahan jalan ini bisa dilanjutkan, karena ini memang akses paling terpencil di daerah wilayah utara," ujar Gubri Wahid saat peninjauan di Desa Sungai Simbar, Kateman, Kabupaten Inhil, Sabtu (15/3/2025).

Wilayah utara ini sebut Gubernur memang paling terpencil. Masyarakat di daerah ini sangat bergantung pada air pasang surut untuk aktivitas sehari-hari. Jika musim ombak atau air surut, aktivitas mereka terhenti, sehingga ekonomi juga melambat.

Menurutnya, jalan darat akan menjadi solusi bagi masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian, terutama kelapa yang menjadi komoditas utama daerah ini. Saat ini, distribusi hasil pertanian sering terhambat akibat kondisi transportasi yang masih mengandalkan jalur air dengan alur sungai yang tidak terlalu dalam.

"Jadi kalau begitu air surut, aktivitas masyarakat sini terhenti. Nah, oleh karena itu ekonomi jadi melambat. Maka kalau ada akses jalan darat, dia ekonominya berkembang. Di sini ini adalah pusat pertanian kelapa, kelapanya bagus, cuma kadang-kadang untuk membawa hasil pertanian dan orang tergendala oleh air pasang surut," jelas Wahid.

Rencana pembangunan jalan ini mencakup dua tahap, yakni dari Guntung ke Simbar sepanjang 35 kilometer dan dari Simbar ke Mandah sejauh 35 kilometer. Gubernur menargetkan pada 2026 proyek ini sudah menunjukkan progres yang signifikan.

"Nanti perencanaannya akan dibuat matang oleh Dinas PU. Ini baru tahap awal dengan meninjau langsung ke lapangan," terangnya.

Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur di daerah terpencil guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

TNI/Polri

Sinergi Bangun Desa: PT Conch dan Pemdes Tualang Teken MoU Pembangunan Jalan Kampung

TNI/Polri

Agung Nugroho: Perbaikan Jalan Tahun Ini Harus Lampaui 42 Km

TNI/Polri

Pemkab Siak Ambil Langkah Tegas Cegah Kerusakan Jalan

TNI/Polri

Sepanjang 900 Kilometer Drainase di Pekanbaru Dinormalisasi Tahun Ini

TNI/Polri

Jelang Lebaran, Jalan Rusak di Pekanbaru Kembali Mulus

TNI/Polri

Perbaikan Drainase Salah Satu Fokus Pemko Pekanbaru Tahun Ini