kabarmelayu.com- Langit malam ini menyajikan pemandangan magis yang mencekam sekaligus memukau.
Fenomena Gerhana Bulan Total yang melitas tepat di atas cakrawala, mengubah wajah purnama yang biasanya kuning keemasan menjadi merah membara, layaknya bola api raksasa yang menggantung di kegelapan malam.
"Sangat mengagumkan, warna mirip sekali dengan api yang membara merah," ujar seorang warga yang melakukan pengamatan di area terbuka.
Berdasarkan rilis resmi BMKG dan para peneliti astronomi, fenomena yang sering dijuluki Blood Moon (bulan darah) ini terjadi karena posisi matahari, bumi, dan bulan berada di satu garis lurus sempurna, warna merah menyala seperti api tersebut bukanlah tanda mistis, melainkan fenomena fisika yang disebut hamburan Raylegh.
Atmosfer bumi bertindak seperti lensa raksasa, mrnyaring cahaya biru matahari dan membiarkan gelombang cahaya merah serta jingga lolos menembus umbra bumi hingga terpantul ke permukaan bulan. Tingkat kepekatan warna merah yang menyerupai api malam ini juga di pengaruhi oleh kebersihan dan kadar debu di atmosfer bumi saat ini.
Fase puncak gerhana membara ini berlangsung selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya bulan perlahan kembali ke warna aslinya, meninggalkan decak kagum bagi siapa saja yang memandang ke atas malam ini.(efi)