kabarmelayu.comTAPUNG HULU - Di tengah perkembangan
teknologi yang semakin pesat, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan
melestarikan budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Melihat hal ini, KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab, Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, menghadirkan sebuah inovasi bernama "Jejak Digital Melayu" dengan memanfaatkan teknologi kode QR (Quick Response).
Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk menghadirkan media pembelajaran digital yang dapat membantu masyarakat, khususnya generasi muda, untuk belajar, mengenal, dan lebih memahami budaya Melayu Riau, khususnya Melayu Kampar.
Melalui kode QR yang tersedia pada media informasi, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi mengenai sejarah, adat istiadat, bahasa, makanan khas, kesenian, tradisi, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat Melayu. Cukup dengan memindai kode QR menggunakan telepon pintar, informasi mengenai budaya Melayu dapat diakses dengan mudah dan praktis.
Menurut Chandra Edi Saputra, PJ Program Kerja Jejak Digital Melayu sekaligus mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Abdurrab, program ini hadir sebagai bentuk pemanfaatan teknologi untuk memperkenalkan budaya Melayu kepada masyarakat dengan cara yang lebih menarik, modern, dan mudah diakses.
«"Melalui Jejak Digital Melayu, kami ingin membuat informasi tentang budaya Melayu Riau dan Kampar menjadi lebih dekat dengan generasi muda. Dengan memanfaatkan kode QR, masyarakat cukup melakukan pemindaian melalui telepon pintar untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai sejarah, adat istiadat, tradisi, kesenian, makanan khas, hingga nilai-nilai budaya Melayu," ujarnya.»
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pelestarian budaya menjadi salah satu cara agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga dapat menggunakannya untuk menjaga identitas dan warisan budaya daerah.
«"Harapan kami, teknologi tidak hanya digunakan untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan dan melestarikan budaya. Karena mengenal budaya adalah langkah awal untuk mencintai dan menjaga warisan daerah," tambah Chandra.»
Sementara itu, Ketua KKN Kelompok 17 Desa Senama Nenek, Muhammad Aldi Irfan, menyampaikan bahwa Jejak Digital Melayu merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam menggabungkan teknologi, edukasi, dan pelestarian budaya.
"Melalui Jejak Digital Melayu, kami ingin memanfaatkan teknologi bukan hanya untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga identitas dan warisan budaya daerah. Harapannya, generasi muda dapat semakin mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan budaya Melayu Riau dan Kampar," ujarnya.
Dengan adanya program ini, budaya Melayu tidak hanya diwariskan melalui cerita, kegiatan adat, maupun pembelajaran secara langsung, tetapi juga dapat hadir dalam ruang digital yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan generasi muda.
Jejak Digital Melayu menjadi sebuah langkah sederhana dari Desa Senama Nenek untuk menghadirkan budaya dalam genggaman teknologi.
Dari Desa Senama Nenek, kita mulai mengenal.Dari teknologi, kita mengabadikan.Dari generasi muda, kita terus melestarikan.
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab, Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau."Berkarya, Berdaya, dan Berdampak."